ULaMM PNM TAnjungbintang Disambangi Komisi VI DPR-RI

604
FOTO DIMAS - Rombongan legislator dari Komisi VI DPR RI secara khusus meninjau langsung mitra binaan ULaMM PNM, di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjungbintang, kemarin (31/10).

TANJUNGBINTANG – Permodalan Nasional Mandiri (PNM) menerima kunjungan kerja dari anggota Komisi VI (Enam) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang bertempat di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjungbintang, kemarin (31/10).

Rombongan legislator dari Komisi VI DPR RI beserta jajaran secara khusus meninjau langsung mitra binaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Permodalan Nasional Mandiri (PNM) di Lampung. Agenda kunjungan ini menjadi salah satu bukti nyata dukungan pemerintah  kepada PNM dalam mewujudkan pengembangan sektor ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Ketua Tim Rombongan Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal mengatakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang kesejahteraannya belum merata dan hanya melalui penguatan sektor UKM-lah pertumbuhan perekonomian daerah dapat terbantu. Menurutnya, pemberdayaan pelaku UKM yang dilakukan oleh PNM selaras dengan program Nawacita yang diusulkan oleh Presiden Jokowi. “Yang intinya adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh dan merata melalui ekonomi kerakyatan,” katanya.

Saat meninjau pelatihan serta pameran mitra binaan PNM, ia menegaskan PNM hadir untuk mengefektifkan dan mengefisienkan usaha mitra binaan. Selain membantu dari segi pembiayaan PNM juga mendukung para pelaku UMK Lampung dari sisi manajemen melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). “Hal-hal seperti inilah yang menjadi pembeda antara PNM dengan lembaga lain yang memiliki jasa serupa. Program yang dilakukan PNM dalam membina pelaku usaha perlu terus ditingkatkan dan harapan saya agar kedepan PNM melalui program PKU-nya tersebut dapat menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang memiliki potensi dan layak untuk bersaing di pasar global,” tegas dia.

BACA :  Meriahkan HUT RI, Desa Margodadi Pawai Kendaraan Hias

Sementara itu, Dwi Aroem Hadiantie, S.Kom mengatakan, Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk melihat langsung mitra binaan dari PNM sebagai salah satu perusahan BUMN. Dimana diharapkan dengan melihat langsung kondisi UMKM yang telah memperoleh pinjaman tambahan modal usaha, maka dengan demikian hasil  kinerja PNM juga dapat dilihat langsung. “Kami kemari dalam rangka kunjungan kerja komisi enam, karena ULaMM adalah mitra kami, kami mau melihat apa yang dilakukan ULaMM PNM, ternyata apa yang dilakukan sangat berarti bagi para pelaku usaha mikro. Istimewanya, ULaMM bukan hanya memberikan bantuan permodalan tetapi juga memberikan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas usaha para pelaku usaha mikro. Karna dengan mengikuti pelatihan kapasitasnya dapat ditingkatkan baik usahanya ataupun pribadi,” katanya.

Sebagai wujud kongkritnya DPR RI telah mengesahkan undang-undang tentang penjaminan pinjaman masyarakat, dimana untuk pinjaman dibawah 25 juta rupiah tidak lagi menggunakan pinjaman, sementara untuk pinjaman diatasnya nasabah hanya memberikan jaminan sebesar 35 persen karena sisanya telah dijamin oleh pemerintah. “Keunggulan ULaMM adalah selain memberikan pijaman modal juga memberikan pelatihan serta pembinan untuk meningkatkan kapasitas usaha,” imbuh Politisi dari partai Golkar tersebut.

BACA :  Buang Sampah Sembarangan, 5 Orang Disanksi

Di lain sisi, Direktur Keuangan dan Operasi PNM Persero Kemas Hasani mengatakan, PNM sebagai lembaga keuangan non-bank memiliki peranan khusus dalam menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMK, khususnya menyangkut akses pembiayaan, pemasaran dan manajemen keuangan.   “Selain memberikan jasa  pembiayaan, PNM juga memberikan nilai lebih kepada pelaku Usaha mikro berupa pendampingan usaha berupa pelatihan guna membina para pelaku UMK agar menjadi pengusaha dan dapat menciptakan produk-produk yang mampu bersaing baik di dalam maupun luar negeri. Tinjauan oleh legislator dari Komisi VI DPR RI menumbuhkan semangat serta keyakinan diri kami untuk lebih dalam lagi berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan produktivitas dan daya saing  menuju pasar internasional melalui pengembangan UMKM,” tambah Kemas.

Menurut informasi yang dihimpun Radar Lamsel, Kinerja PNM cabang Lampung sejauh ini menunjukkan tren yang sangat positif, hal ini dibuktikan secara akumulatif sejak awal berdirinya PNM Lampung hingga pada penutupan September 2016, PNM telah menyalurkan 270,898 miliar rupaih dan telah dimanfaatkan oleh 5.503 pelaku UMK di Lampung dan sekitarnya. Hingga kini PNM cabang Lampung telah memiliki 12 ULaMM yang cakupan pembiayaannya meliputi 122 kecamatan, 10 kabupaten dan 2 kotamadya. (dms)

BAGIKAN