UMS Respons Pendirian UM di Lamsel

690
Ketua STIE Muhammadiyah Kalianda Tamam, SE, MM

KALIANDA – Mimpi Kabupaten Lampung Selatan yang akan memiliki universitas sepertinya bakal segera terwujud. Meski bukan universitas negeri keberadaan kampus di Bumi Khagom Mufakat ini diharapkan bakal menjadi pusat pendidikan jenjang strata yang ada di Lamsel.
Harapan ini diungkapkan Ketua STIE Muhammadiyah Kalianda Tamam, S.E,.M.M kepada Radar Lamsel, kemarin. Menurut dia, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Bambang Setiaji merespons gagasan pendirian Universitas Muhammadiyah (UM) di Kabupaten Lamsel.
Kini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan berbagai jajaran pimpinan daerah dan wilayah Muhammadiyah Lampung bersama dengan Sekolah Tinggi Muhammadiyah terkait.
Menurut Tamam, saat ini yang diperlukan untuk membentuk sebuah UM adalah kesamaan persepsi antara pihak-pihak yang bakal terlibat. Sehingga harapan membentuk UM di Kabupaten Lamsel bisa terwujud.
“Yang terpenting saat ini adalah menyatukan persepsi antara STIE dan STIH Muhammadiyah Kalianda dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamsel,”ujar Tamam kepada Radar Lamsel diruang kerjanya, kemarin.
Respon positif dari UMS diketahuinya setelah mengikuti Rapimnas Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Semarang pada pertengahan Maret, lalu.
Kala itu, Rektor UMS Bambang Setiaji menyampaikan salah satu materinya soal percepatan pengembangan UM di daerah-daerah lain. “Saya langsung tangkap itu dan bertemu langsung untuk membicarakan hal ini lebih jauh lagi. Ternyata, beliau cukup suport dan siap mendukung,”katanya.
Dalam pertemuannya dengan Rektor UMS, pihaknya diberikan berbagai cara untuk membentuk UM. Apabila program studi (prodi) yang ada belum mencukupi, maka UM yang sudah mapan dan besar seperti UMS memberikan motifasi dengan sistem kloning dan juga okulasi atau stek.
“Kita perlu 10 prodi untuk membentuk universitas. Jelas yang ada di STIE dan STIH tidak mencukupi prodi nya. Kalau kita membentuk dari awal membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi, dengan sistem tersebut UMS akan memberikan prodi baru termasuk tenaga pendidik dari UMS. Beliau sangat suport sekali,”terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan jajaran STIH dan PDM untuk menginformasikan hal tersebut. Diharapkannya, semua jajaran mampu menyatukan persepsi dalah hal pembentukan UM di Kabupaten Khagom Mufakat ini.
“Kami sudah jadwalkan pertemuan dengan pihak terkait. Mudah-mudahan bisa diterima dan satu suara. Setelah itu, kami bersama-sama akan mendatangi UMS kembali agar bisa dilakukan proses lebih lanjut,”pungkasnya. (idh)

BAGIKAN