Vaksinasi Campak MR Sudah Capai 92 Persen

231

KALIANDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan masih terus berupaya meningkatkan persentase pencapaian imunisasi campak Maeles dan Rubella (MR) di Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan catatan petugas Dinkes Lamsl, sampai saat ini pencapaian hasil pelaksanaan program imuniasi campak MR sudah mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 85 persen menjadi 92,04 persen atau sebanyak 252.172 anak.

Menurut Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Lampung Selatan Kristi Endarwati, meski pelayanan imunisasi campak dan MR yang dilaksanakan secara massal telah berakhir, namun pihaknya masih terus memberikan pelayanan imunisasi tersebut dengan sasaran anak usia 9 bulan, 18 bulan dan 7 tahun.

“Sasarannya anak-anak sekolah dasar (SD) yang duduk dibangku kelas I. Kalau waktu dilaksanakan secara massal lalu itu sasaranya adalah anak-anak yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun,” ujar Kristi kepada Radar Lamsel, di Kalianda, Kamis (1/11).

BACA :  Pemilu di Lamsel Tertib, Aman dan Kondusif

Dia mengatakan, untuk mencapai target minimal diangka 95 persen, sampai saat ini pelayanan imuniasi campak dan MR masih terus dilakukan oleh masing-masing Puskemas diwilayah Lampung Selatan. ” Ya mudah-mudahan tidak lama lagi target tersebut bisa kami capai, sehingga Lampung Selatan tidak lagi menjadi yang terendah dalam melaksanakan program imuniasi campak dan MR ini,” katanya.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Lamsel dr. Jimmy B. Hutapea menyampaikan, persentase pencapaian vaksin di Lamsel adalah yang terendah se-Lampung. Itu dilihat dari pencapaian sementara hanya 85 persen dari target 95 persen. “Kita (Lamsel, red) masih terus mengejar ketertinggalan, artinya masih kurang 27 ribu anak yang belum diberi vaksin MR, oleh karena itu kami (Dinkes Lamsel, red) masih terus  mengejarnya,” ungkapnya.

BACA :  Desa Pemanggilan dan Hajimena Dinyatakan ODF

Dia menuturkan, meski sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan vaksinasi, tetapi masih banyak warga yang berbeda pandangan soal label vaksin hingga menjadi pemicu pencapaian target. Pasalnya se-Indonesia, Lampung berada diurutan nomor 3 dari bawah. Secara keseluruhan persentase di Lampung baru mencapai 93 persen dan butuh 2 persen untuk mencapai target yang ditetapkan oleh pusat.

“Pencapaian terendah berada di Pondok Pesantren, untuk itu kami perlu dukungan Kemenag untuk memudahkan pencapaian tersebut agar dapat menekan angka penderita campak. Maka kami masih terus menyasar sekolah-sekolah yang belum tersentuh vaksin MR ini,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN