Warga Kalianda Harus Waspada!

6493

Delapan Curanmor Dalam Sebulan

KALIANDA – Warga Kecamatan Kalianda patut waspada. Sepanjang September pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) telah terjadi sebanyak delapan kali di kecamatan ini.

Data yang dihimpun Radar Lamsel, empat kali Curanmor terjadi dilingkungan Pemkab dengan rincian  1 motor di Disperkim, 2 motor di BPKAD dan 1 unit pick up jenis L300. Selanjutnya 1 unit justru hilang di Showroom pasar inpres dan 2 kejadian lainnya di Desa Kedaton Kecamatan Kalianda.

Terbaru, Honda beat putih biru milik Meri (30) warga Kelurahan Way Urang digondol kawanan pencuri disiang bolong, saat tengah terparkir dihalaman kerabatnya di Perumahan Khagom Mufakat, sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (27/9).

Muhammad Miftah (27), saksi mata  menuturkan, kejadian itu terjadi ketika si pemilik motor sedang bertamu. Motor kata dia dalam keadaan terkunci stang.

“ Motor diparkir tepat didepan gerbang rumah pak Zul, si pemilik motor bertamu didalam. Tapi begitu sadar korban langsung berteriak minta tolong warga yang mendengar teriakan itu berdatangan,” ujar Miftah kepada Radar Lamsel.

Sempat terjadi kejar-kejaran dilingkungan tersebut. Ciri-ciri pelaku, kata dia, berpakaian rapi menggunakan batik ditemani satu orang rekannya menggunakan sepeda motor jenis Yamaha MX.

“ Si pemetik kelihatan pakai baju batik, ngebut ke arah SDN 3 Kalianda. Tepat didepan SDN 3 pelaku nyaris menabrak siswa yang sedang ramai didepan sekolah,” ungkapnya.

Miftah melanjutkan, pengejaran yang sempat dilakukan warga tak membuahkan hasil. Warga dibuat kesulitan lantaran pelaku langsung tancap gas menghilangkan jejak.

“ Memang sempat dikejar, sipemilik kendaraan juga sempat ingin melempar pelaku. Keinginan untuk melempar gagal karena disekitar SDN 3 Kalianda banyak siswa sekolah,” imbuhnya.

Sementara dari penuturan salah seorang guru SDN 3 Kalianda, pada jam tersebut siswa sempat heboh. Sebab si pelaku nyaris menabrak siswa yang tengah mempersiapkan kamping pramuka. “ Iya hampir nabrak siswa kami, tapi langsung pergi. Cirinya pakai batik rapi, nggak kelihatan tampang malingnya,” ucap guru senior tersebut.

Terpisah Kaplores Lamsel AKBP. M.Syarhan mengimbau warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. Yaitu dengan membantu mengamankan diri serta barang serta memberi informasi jika mengetahui identitas pelaku.

“Kita berharap masyarakat bisa mengamankan barang miliknya dengan memasang kunci tambahan pada kendaraan serta memarkir didalam pagar. Pastikan pagar dalam keadaan tergembok sehingga mempersempit kesempatan pelaku,” tulisnya melalui pesan WhatsApp massanger. (ver)

BAGIKAN