Warga Minta Listrik Tenaga Surya dan Dermaga Tambat

364
Nyoman Subagio – Anggota DPRD Lamsel asal Dapil 7 menggelar reses dipulau Harimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, kemarin.

KETAPANG – Masyarakat yang tinggal di pulau Harimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang mengharapkan listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Selain listrik, masyarakat di pulau Harimau yang jumlahnya sekitar 88 kepala keluarga (KK) yang rata-rata bermata pencarian nelayan tersebut mendambakan bantuan dermaga untuk penambatan perahu ketinting. Itu terungkap saat anggota DPRD Lampung Selatan asal daerah pemilihan (Dapil) 7 yakni Ketut Wartadinanta, S.Sos dan Samingan menggelar reses ke pulau Harimau, Minggu (6/12) lalu.
Menurut Ketut, beberapa tahun silam pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memberikan bantuan listrik tenaga surya. Namun, katanya, alat listrik tenaga surya itu kini sudah banyak yang rusak. “Memang pernah pemerintah sudah memberikan bantuan listrik tenaga surya. Namun saat ini alat itu sudah banyak yang rusak,” kata Ketut usai reses di pulau yang ditempati sekitar 88 KK itu.
Selain keluhan masalah listrik, warga setempat yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan juga mengharapkan dermaga untuk menambatkan perahut usai pulang dari melaut. “Saat ini warga setempat sudah swadaya membangun 2 dermaga untuk menambat kapal jenis ketinting. Jumlah itu masih dirasa kurang karena di pulau itu ada 4 kelompok pemukiman sehingga masih kurang 2 dermaga lagi,” katanya.
Hasil kunjungan kerja untuk menyerap aspirasi masyarakat dipulau Harimau itu, pihaknya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut untuk di usulkan ke Pemkab Lamsel. “Kami akan komunikasikan dengan Pemkab Lamsel untuk memberikan bantuan sesuai harapan warga di pulau itu,” ujarnya.
Masyarakat setempat mengaku, fasilitas listrik dan dermaga untuk penambat perahu nelayan sangat membantu memperlancar aktivitas warga setempat. “Listrik menjadi kebutuhan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dermaga untuk menambatkan perahu ketinting juga sangat diperlukan agar perahu kami tidak hilang terbawa ombak,” kata Toni, anggota BPD Pulau Harimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang.(man)

BAGIKAN