Warga Minta Pembangunan Jembatan tak Asal Jadi

617
Veridial – Kondisi bangunan jembatan yang berada di Desa Sukamarga Kecamatan Sidomulyo tidak sesuai bestek, dan tidak ada plang pemberitahuan untuk pengguna jalan, Senin (17/10) kemarin.

SIDOMULYO – Warga di Kecamatan Sidomulyo berharap pembangunan infrastruktur diwilayah setempat tidak dibangun asal jadi. Terlebih mereka menilai sejumlah rekanan seolah kejar target dalam membangun namun tidak diimbangi dengan kualitas pembangunan.

Hal ini ditunjukan dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Sukamarga dan Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo. Warga menilai kualitas pembangunan jembatan itu jauh dari harapan.

Mas lihat saja sendiri hasilnya seperti apa. Disentuh tangan saja pasirnya mudah mengelupas. Jembatan ini baru beberapa hari dikerjakan. Para pekerja sudah tidak terlihat dilokasi,” kata M. Arif, warga Sukamarga kepada Radar Lamsel kemarin.

Sebagai pengguna jalan, Arif sangat menyayangkan kondisi jembatan yang pembangunannya tidak mementingkan ketahanan. Sebab, bagi masyarakat yang terpenting adalah tahan lama.

BACA :  Dikawal Ratusan Orang, Enggung Sisir Tiga Parpol

“Yang terpenting tahan lama. Jika melihat kondisi jembatan desa yang sedang dibangun ini. Pasir lebih dominan ketimbang semen nya,” ungkapnya.

Pembangunan yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah itu diharapkan tidak asal jadi. Karenanya, sebagai pengguna jalan Arif sangat berharap rekanan yang mengerjakan mematuhi bestek dan ketentuan pembangunan yang berlaku.

“Dilihat dari plang nya saja tidak ada. Terkesan sembunyi-sembunyi. Jika memang total, pasang dong plang pemberitahuan suapaya masyarakat juga tahu jika ada pembangunan,” terang Arif.

Hal senada juga dikatakan Ketua Karang Taruna Kecamatan Sidomulyo, Roziqin. Dikatakannya, rekanan yang tidak mematuhi bestek dan ketentuan pembangunan berhak mendapat teguran dari masyarakat. “Ini demi ketahanan bangunan tersebut. Jika sudah rusak siapa yang akan bertanggung jawab,” ujar ayah dua orang anak ini.

BACA :  Pastikan 150 Paket DPUPR Proses Lelang

Dijelaskan Roziqin, rekanan yang tidak mengindahkan bestek pembangunan dapat merugikan masyarakat. “Selalu saya sampaikan disetiap kesempatan, untuk kepentingan masyarakat jangan hanya sekedar jadi. Harus total,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukamarga Muksin membenarkan jika didesanya ada pembangunan jambatan dan talut. Namun hingga kini pihak rekanan belum ada yang melapor terkait pekerjaan tersebut. “Belum ada laporan, rekanannya pun kami tidak tahu menahu,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Bejo (40) yang menjadi penanggungjawab atas pengerjaan jembatan tersebut tidak dapat dihubungi. (ver)

BAGIKAN