Zainudin akan Tata TPI di Lamsel

720
Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum didampingi Wakil Bupati Nanang Ermanto dan Ketua DPRD Lamsel Hendri Rosyadi, SH, MH menghadiri ruat laut di TPI Muarapiluk, Desa Bakauheni, Selasa (24/5)

BAKAUHENI – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menata sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada di kabupaten ini. Penataan fasilitas nelayan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Lampung Selatan.
Itu diungkapkan Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M. Hum saat menghadiri ruat laut di TPI Muarapiluk, Desa Bakauheni, Selasa (24/5) kemarin.
Adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ini mengatakan, dengan fasilitas dan sarana prasarana yang ada di Bakauheni saat ini, kawasan Bakauheni akan dikembangkan menjadi kota pelabuhan kedepannya. Padatnya jumlah penduduk dan meningkatnya perekonomian masyarakat nelayan, Bakauheni bisa dikembangkan menjadi kota pelabuhan yang lebih maju.
“Masyarakat nelayan di Bakauheni ini sudah maju, mudah-mudahan dengan didorong semangat membangun masyarakat Bakauheni lebih maju lagi kedepannya. Kami akan menata beberapa TPI yang ada di Lamsel agar terlihat rapi dan terjaga kebersihannya,” kata Zainudin.
Bupati putra daerah asal Desa Pisang, Kecamatan Penengahan ini mengatakan, pihaknya akan mengundang masyarakat terkait penataan dan pengelolaan TPI di Kabupaten Lamsel. “Untuk memajukan TPI yang ada, kami mengajak dan mengundang masyarakat setempat untuk menjaring aspirasinya. Apa sih yang diinginkan masyarakat nelayan. Karena kebutuhan dan keinginan itu hanya masyarakat nelayan tahu. Jangan sampai apa diberikan tidak digunakan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, dibalik rencana pemerintah memperbaiki fasilitas-fasilitas TPI Muarapiluk, Desa Bakauheni, ada persoalan lain yang menghadang. Yakni, TPI Muarapiluk yang dibangun pemerintah pusat tahun 2006 silam akan dipindahkan ke Dusun Pegantungan. Sementara lokasi TPI yang ada saat ini akan terkena rencana pembangunan dermaga oleh pihak ASDP. “Kami akan bicarakan dengan pihak ASDP tentang pemindahan TPI. Seperti apa teknisnya, nanti akan dimusyawarahkan dengan ASDP,” kata Zainudin.
Sementara tokoh nelayan Desa Bakauheni Sadide mengatakan, nelayan di Bakauheni saat ini sudah berkembang cukup pesat. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk saat ini, beberapa fasilitas TPI Muarapiluk sangat dibutuhkan. Sadide yang juga anggota DPRD Lamsel mengungkapkan, pihaknya bersama masyarakat nelayan Bakauheni mengharapkan bangunan pemecah ombak.
“Saat ini yang dibutukan adalah bangunan penangkal ombak. Selama ini, kalau terjadi air laut pasang ombak laut menghantam kapal-kapal nelayan yang ditambatkan di dermaga bahkan air laut naik ke lokasi TPI,” kata Sadide.
Sadide juga mengharapkan, pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat memberikan bantuan perbaikan fasilitas TPI yang mulai rusak. Bahkan nelayan-nelayan tradional masih banyak yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. “Bangun TPI ini sudah dibangun sejak 10 tahun lalu. Sudah banyak fasilitas gedung yang butuh perbaikan. Kami mengharapkan pemerintah kabupaten sampai pusat memperbaiki fasilitas yang ada,” kata Sadide mewakili nelayan setempat.(man)

BAGIKAN