Zainudin Berikan Bantuan Korban Banjir Bandang

506

Perbaikan Fasum Dilakukan Pekan Depan

KALIANDA – Suasana duka pasca musibah banjir bandang yang melanda Kota Kalianda masih dirasakan oleh masyarakat. Pemkab Lampung Selatan hingga saat ini masih melakukan pendataan untuk menghitung estimasi kerugian akibat bencana alam tersebut.

Keprihatinan tampak jelas dari raut wajah Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan saat melakukan roadshow meninjau para korban banjir sambil membagikan sejumlah bantuan berupa sembako, pakaian pantas pakai serta alat tulis ke seluruh desa yang menjadi korban banjir, Kamis (5/4) kemarin.

Pantauan Radar Lamsel, desa pertama yang dikunjungi orang nomor satu di kabupaten ini adalah Desa Palembapang. Dilanjutkan Kecapi, Tajimalela, Canggu, Harabanjarmanis, Kedaton, Lingkungan Patriot, Lingkungan Candigirang dan Lingkungan Fajar Kelurahan Wayurang.

“Kami turut prihatin. Kita tidak akan menyangka jika musibah ini sampai begitu hebat. Mudah-mudahan, sedikit bantuan dari berbagai pihak ini bisa membantu warga kita yang tengah mendapatkan musibah,” ungkap Zainudin saat diwawancarai sejumlah awak media usai kunjungan.

Pihaknya juga masih melakukan pendataan total kerugian akibat musibah tersebut. Namun, sejumlah fasilitas umum yang rusak bakal segera ditangani agar kerusakannya tidak semakin parah.

“Kalau kita tafsir sekitar Rp15-Rp20 miliar kerugian akibat musibah ini. Tapi, petugas masih menghitung secara rinci. Untuk jalan rusak dan fasilitas umum akan kita tanggulangi secepatnya. Seperti jembatan di Gang Patriot Wayurang bisa kita pinjam lempengan baja ke Provinsi. Lalu drainase dan jalan di desa yang sifatnya krusial mungkin minggu depan kita bisa mulai bergerak memperbaikinya,” imbuhnya.

BACA :  PKH Lamsel Diganjar Reward

Selain itu, pemerintah juga bakal merelokasi sejumlah rumah yang dibangun menyalahi aturan tepatnya pada bantaran sungai. Sebab, tidak menutup kemungkinan banjir bandang yang terjadi akibat penyempitan aliran sungai.

“Nanti petugas mendata rumah-rumah yang tidak layak berdiri. Kita periksa apakah ada IMB nya. Kalau tidak ada berarti sudah jelas rumah itu salah tempat. Kita akan ganti untung di lokasi yang baru. Namun, harus terima kondisi rumah layak huni yang diberikan pemerintah,” lanjutnya.

Lebih jauh dia mengatakan, banjir bandang yang terjadi juga diakibatkan oleh hutan Gunung Rajabasa yang mulai gundul. Hal ini, tentunya wajib menjadi perhatian pemprov Lampung. Sebab, kewenangan dalam hal kehutanan tidak lagi ada pada pemerintah daerah.

“Inilah aturan yang sering berubah. Kalau ada musibah seperti ini kita sulit koordinasi dengan Kehutanan. Kalau tidak percaya kita lihat sama-sama ke gunung seperti apa kondisinya. Kalau provinsi tidak mau, kita sendiri yang akan ajak relawan dan menyediakan bibit pohon. Supaya musibah ini tidak terjadi lagi,” tukasnya.

BACA :  Ratusan Simpatisan Kawal Pengembalian Berkas Nanang

Kepala BPBD Lamsel I Ketut Sukerta menghimbau warga untuk tetap membersihkan alirah air khususnya drainase di sekitar rumah. Sebab, kondisi cuaca saat ini masih dalam musim penghujan. Dikhawatirkan, hujan deras kembali mengguyur Lamsel dan mengakibatkan banjir susulan.

“Mudah-mudahan peristiwa ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua. Membuang sampah mulai sekarang harus pada tempatnya. Aliran air yang mampet ayo kita gali lagi supaya lancar. Ini semua demi kenyamanan kita bersama dan bencana tidak lagi menimpa kita semua,” singkat Ketut.

Sementara itu, Kepala DPUPR Anjar Asmara menegaskan, pendataan kerugian sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang juga masih dilakukan. Namun, penanganan awal yang bakal dilakukan adalah memperbaiki sejumlah jalan dan jembatan yang dilalui masyarakat.

“Kita juga masih menghitung berapa anggaran untuk seluruh perbaikannya. Kalau memungkinkan, kita akan langsung perbaiki. Untuk jembatan, kemungkinan akan kita pakai lempengan baja supaya bisa dilalui masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Zainudin Hasan bersama jajarannya termasuk oleh Bank BRI Peduli, Bank Lampung dan Bank Mandiri adalah mie instan, beras, telur, buku tulis, tikar dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut, juga akan diberikan kembali apabila warga masih membutuhkan. (idh)

BAGIKAN