12 Penjudi Koprok Meringkuk di Bui

18
Randi Pratama - Wakapolres Lamsel, Kompol. Harto Agung, didampingi Kasatreskrim Polres Lamsel, AKP. Enrico D. Sidauruk, saat menyampaikan hasil pengungkapan kasus judi korpok di hadapan awak media, Kamis (10/6/2021).

KALIANDA – Wakapolres Lamsel, Kompol. Harto Agung, menegaskan kalau jajarannya tidak mau berkompromi dengan penjudi. Peringatan itu disampaikan Harto Agung kepada wartawan terkait penangkapan 12 orang dalam perjudian koprok saat pers rilis di Mapolres Lamsel, Kamis (10/6/2021).

Mantan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung ini mengatakan aroma perjudian koprok tersebut sudah tercium sebelum bulan Ramadan tahun 2021 lalu. Meski perjudian yang berpindah-pindah lokasi itu dilakukan secara rutin, polisi tetap mampu mengendusnya.

BACA :  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agendakan Verifikasi Pesawaran

“Orangnya ada yang dari kampung sebelah. Selain koprok, perjudian yang lain ada togel juga,” ujarnya.

Harto pun mengeluarkan ultimatum. Dia berharap masyarakat bisa belajar dari pengungkapan kasus judi koprok itu. Sehingga masyarakat tidak lagi melaksanakan perjudian jenis apapun. Dia juga meminta masyarakat segera melaporkan jenis perjudian apapun kepada polisi.

BACA :  Mobil Hidrolik Rusak Hambat Perbaikan LPJU

“Kalau ada, laporkan saja. Ini sudah menjadi atensi pimpinan. Apapun bentuknya, polisi tidak akan menangguhkan pelaku,” katanya.

Pada Kamis (3/6/2021) lalu, Unit Reskrim Polsek Kalianda berhasil mengungkap kasus perjudian koprok di Desa Kota Guring, Kecamatan Rajabasa. Sebanyak 12 pelaku diamankan dalam kasus tersebut. (rnd)