125 Hektar Sawah Terdampak Banjir Belum Tanam

67
Ist.Radarlamsel – Sejulah petani Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas tengah melaksanakan gotong royong pemasangan mesin air untuk mengeringkan lahan persawahan yang terendam banjir, Senin (23/3).

PALAS – Sekitar 50 hektar lahan persawahan di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas hingga saat masih terdampak banjir. Akibatnya lahan seluas 50 hektar tersebut tertinggal masa tanam.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sejumlah petani menggelar gotong royong untuk mengeringkan air yang masih merendam lahan persawahan menggunakan mesin pompa air, Senin (23/3)

Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Pulau Tengah, Dwi Ratnawati mengungkapkan,  dari total lahan persawahan yang mencapai 360 hektar. Hingga saat terdapat 50 hektar lahan yang belum melakukan penanaman akibat masih terdampak banjir.

“Iya masih ada 50 hektar lahan yang ketinggalan masa tanam, karena masih terdampak banjir hingga saat ini,” ujar Dwi Ratanawati memberikan keterangan kepada Radar Lamsel.

Dwi mengungkapkan,untuk mengejar ketertinggalan musim tanam, petani Desa Pulau Tengah menggelar gotong royong untuk mengeringkan air yang masih merendam lahan persawahan.

Upaya itu juga dilakukan untuk mendorong program percepatana tanam  dan memaksimalkan luas lahan tanam di wilayah Kecamatan Palas.

“Petani ingin lahan tersebut cepat ditanam. Karena jika masa tanamnya semakin ketinggalan, potensi serangan hamanya juga semakin tinggi. Upaya ini juga untuk mendorong percepatan tanam dan memaksimalkan luas lahan tanam di Palas khususnya di Desa Pulau Tengah ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan, untuk mengerikan lahan seluas 50 hektar tersebut petani Desa Pulau Tengah menurunkan empat unit mesin pompa air dengan kapasitas besar.

“Empat mesin sedot air kapasitas besar sudah diturunkan agar lahan yang terndam banjir segera kering dan bisa ditanami,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Tekni Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa menjelaskan hingga saat ini terdapat 125 hektar lahan persawahan yang belum bisa ditanami hingga pertengahan Maret.

“Masih ada 125 hektar lahan sawah yang masih terendam banjir dan belum bisa tanam. Di Pulau Tengah 50 hektar dan 75 hektar di Desa Bandan hurip. Sementara yang sudah tanam 4.941 hektar,” pungkasnya. (vid)