13 PAC Muslimat NU Lamsel di Lantik

48

Radarlamsel.com, KALIANDA – 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Selatan periode 2020 – 2025 dikukuhkan. Pelantikan tersebut dihadiri oleh PW Muslimat NU Provinsi Lampung juga pengurus PC Muslimat Lamsel.

Tak kurang dari 1.933 anggota Muslimat menyaksikan pelantikan yang dilaksanakan di Sekretariat PC Muslimat Lamsel, berdekatan dengan Kantor KPU Lampung Selatan.

Ketua PC Muslimat NU Lamsel Ummatin S.Ag mengatakan dari 17 PAC se-Lamsel baru 13 yang dikukuhkan kepengurusannya. Sisanya, PAC Kecamatan Bakauheni, Merbaumataram, Katibung dan Jatiagung belum dikukuhkan.

“ Baru 13 PAC Muslimat yang dilantik, sisanya menyusul di kecamatan masing-masing yang belum dilantik kepengurusannya,” kata Ummatin kepada Radarlamsel.com, Kamis (20/2).

Selain PAC, pelantikan tersebut juga dilakukan terhadap tingkatan yang berada dibawah PAC yakni tingkat ranting dan anak ranting per kecamatan tersebut.

BACA :  Sensus Penduduk Online Diperpanjang

“ Totalnya da 13 PAC, 129 Ranting dan 131 Anak Ranting Muslimat NU. Kami sebagai pengurus PC Muslimat NU Lamsel berharap pengurus yang sudah dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sabaik-baiknya tentunya berpedoman kepada anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muslimat NU yang ada,” jelas Ummatin.

Praktis, sejak ditetapkannya kepengurusan baru di tubuh PAC Muslimat NU maka kualitas pengabdian dan profesionalisme Muslimat NU ditutut untuk mengelola manajemen organisasi serta menjalanakan program hasil Kongres XVI.

Senada diterangkan Sekretaris PC Muslimat Lamsel Sri Wahyu Lestari. Sri mengungkap sejatinya Muslimat NU Lamsel memiliki jumlah keanggotaan yang sangat gemuk. Total anggota aktifnya tembus 30.760 personel.

BACA :  DAK juga Tertunda Corona

“ Muslimat NU merupakan roganisasi yang dihuni para wanita NU kalau anggota aktifnya itu 30.760. Dengan jumlah tersebut kami optimis dapat menjalankan fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya,” kata Sri Wahy Lestari.

Di tahun politik, apakah Muslimat NU tak khawatir dikait-kaitkan ke ranah politik? Maklum, sebentar lagi bakal berlangsung Pilkada serentak. Sri dan Ummatin menegaskan Muslimat NU bukan penganut politik praktis, apalagi sampai jual diri demi politik praktis.

“ Muslimat NU tidak jual diri (politik) tetapi punya harga diri yang dipegang teguh. Kami tak mau terjerat kepentingan politik praktis,” ujarnya.

Fokus Muslimat NU usai restrukturisasi bakal mensosialisasikan pedoman organisasi. Menjaga keluarga dari paham-paham radikal yang belakangan mulai meresahkan serta membentuk desa Aswaja (Ahlussunnah waljamaah). (ver)