136 Hektar Tanaman Padi Dipastikan Hasil Panen Menurun

78
ILUSTRASI

SRAGI – 136 hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Sragi dipastikan mengalami penurunan hasil panen sebesar 50 persen akibat roboh dihantam banjir dan hujan pada pekan lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra.  Meski sebebagian tanaman padi yang roboh sudah mulai dipenan oleh petani, namun masih terdapat tanaman padi yang dipastikan mengalami penurunan hasil.

“Saat ini tanaman padi roboh yang memiliki umur diatas 90 sudah mulai dipanen oleh petani. Tapi yang dibawah 90 hari belum bisa panen, bahkan sudah mulai melapuk,” ujar Eka memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (12/5).

BACA :  Lahan Persawahan Sragi Tersisa 2.273 Hektar

Eka menyebutkan, dari 410 hektar tanaman padi yang roboh akibat dampak banjir dan hujan disertai angin yang tersebar di 10 desa. Seluas 136 hektar tanaman padi masih berumuh dibawah 90 hari yang rentan mengalami kerusakan.

Sebab, sambung Eka, tanaman padi berusia dibawah 90 hari tersebut membutuhkan waktu untuk mematangkan buah.

“Dari 410 hektar yang terdampak, 136 hektar tanaman padi usianya masih 80 -85 hari proses pemasakan buah lebih lama dari usia diatas 90 hari. Bahkan tanaman tersebut sudah mulai membusuk akibat batang yang patah dan lahan yang masih basah,” ucapnya.

BACA :  Pembangunan Fisik DD ’Pending’

Lebih lanjut, Eka menjelaskan, tanaman padi selauas 136 hektar tersebut dipastikan akan mengalami penurunan hasi panen berkisar 50 hingg 60 persen, sehingga mengakibatkan ratusan petani diwilayahnya akan mengalami kerugian.

“Kalau puso memang tidak ada, tapi akibat dampak banjir ini akan mengakibakan petani mengalami kerugian. Terutama tanaman seluas 136 hektar ini, dari pemantauan dilapangan hasil panen padi dipastikan akan menurun hingga 60 persen,” pungkasnya. (vid)