140 Trip per 24 Jam

56
Ilustrasi

BAKAUHENI – PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut beroperasinya dermaga IV sangat berdampak terhadap jumlah trip atau perjalanan. Buktinya setelah dermaga paling anyar itu dioperasikan, pelabuhan yang terletak di pintu gerbang pulau Sumatera ini rata-rata menjalankan 140 trip.

“Asumsinya tiap dermaga berisi 5 kapal, dengan masing-masing kapal memiliki 4 trip per 24 jam,” kata Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul Harahap, Senin (19/10/2020).

Kehadiran dermaga IV Bakauheni, dan Merak diharapkan dapat mendukung layanan operasional angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Pembangunan dermaga itu merupakan peningkatan dari dermaga yang sudah ada sebelumnya.

Dengan peningkatan yang telah dilakukan, kini dermaga IV dapat melayani kapal –  kapal penyeberangan dengan kapasitas 6.000 – 10.000 GRT. Kesiapan dermaga IV untuk beroperasi merupakan solusi agar kegiatan mobilisasi barang maupun manusia antara pulau Jawa, dan pulau Sumatera berjalan lancar.

Pelabuhan memiliki peran vital dalam perekonomian nasional dan daerah untuk menjamin kelancaran, keamanan, ketertiban dan keselamatan berlayar. Karena itu, pemeliharaan fasilitas pelabuhan mutlak dilaksanakan. Hal ini juga harus menjadi perhatian ASDP selaku operator pelabuhan.

Bahwa pemeriksaan fasilitas pelabuhan secara rutin merupakan tools untuk dapat melaksanakan langkah tindak lanjut dalam melaksanakan pemeliharaan berkala. Dengan langkah ini diharapkan tidak akan terjadi kerusakan yang bersifat mayor dan gagal fungsi pada fasilitas pelabuhan.

Pembangunan poyek dermaga IV Merak-Bakauheni yang menelan biaya sebesar Rp379 miliar ini telah memenuhi syarat, baik klasifikasi dan kualifikasi dalam pekerjaan. Dermaga IV Bakauheni memiliki tipe quay wall, panjang 150 meter dengan pola sandar haluan juga mampu disandari kapal ukuran 6000-10.000 GRT.

Syaiful menambahkan, Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi salah satu prasarana vital dan penting dalam roda perekonomian di Tanah Air karena menghubungkan dua pulau besar yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi lintasan tersibuk yang dikelola ASDP dengan total sekitar 60 kapal yang standby beroperasi di lintasan ini. (rnd)