16 Anak di Desa Padang Manis Menderita Stunting

24
Anindita Naura Atifa, salah satu balita dari 16 anak yang terkena stunting di desa Padang Manis.

WAY LIMA – Program Stunting yang dicanangkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menjamin anak Indonesia dapat lahir sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup dan bebas stunting nampak belum mencakup keseluruhan di saat pandemi Covid-19 saat ini, khususnya terhadap anak balita di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

Menurut pantauan Radar Pesawaran di lapangan, di salah satu Desa Padang Manis terdapat 16 anak yang terkena stunting. Diantara 16 anak tersebut, salah satu anak dari keluarga prasejahtera bernama Anindita Naura Atifa balita berumur 3 tahun 11 bulan mengalami stunting dan kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, selain itu anak balita tersebut belum memiliki jaminan kesehatan apapun.

Dahliana, ibu dari balita Anindita Naura Atifa mengatakan, anak perempuannya yang bernama Anindita saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Balita tersebut mengalami penurunan berat badan drastis dan diumurnya yang menginjak hampir 4 tahun sampai saat ini belum bisa berjalan dan belum bisa berbicara seperti anak normal pada umumnya.

“Sampai saat ini belum pernah ada kunjungan dari pihak kesehatan melihat kondisi anak saya yang saat ini berat badannya makin turun, bulan lalu berat badan nya 13 kg dan sekarang hanya 10 kg, tidak pernah naik diatas 13 kg. Anak saya hanya bisa terbaring dikasur, jangankan berjalan, anak saya saat ini duduk saja belum bisa,” ujar Dahliana.

Dikatakan Dahliana, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kota Dalam baru tahu kondisi Anindita, saat dirinya datang untuk menimbang berat badan Anindita ketika ada pelayanan Posyandu di Desa Padang Manis.

“Pihak posyandu baru tahu saat saya ingin menimbang Anindita. Kami hanya bisa mengandalkan posyandu karena kami tidak punya uang untuk berobat kerumah sakit dan tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS,” ucapnya.

Sementara, dikatakan Dahliana perlakuan yang dilakukan di posyandu belum maksimal karena hanya diberikan roti dan terkadang anaknya juga tidak mendapatkan roti tersebut.

“Saya dan anak saya ke posyandu cuma ditimbang, selain itu paling dikasih roti, itu juga kalau ada rotinya,” ungkap Dahliana dengan nada kecewa.

Untuk itu, Dahliana berharap kepada pemerintah daerah khususnya dinas terkait bisa memperhatikan anaknya Anindita Naura Atifa dan mengharapkan bantuan agar anaknya bisa mendapatkan tindakan medis ataupun sekedar berobat di rumah sakit.

“Sampai saat ini anak saya belum pernah berobat, dulu saat saya masih bekerja di Tangerang dapat membawa anak saya untuk terapi didokter selama setahun setengah. Karena saya tidak bekerja lagi dan suami saya juga hanya mengelola kebun orang, sampai sekarang belum pernah lagi ke dokter. Harapan saya kepada pemerintah hanya untuk anak saya agar bisa mendapatkan jaminan kesehatan dan berobat terapi ke dokter atau hanya sekedar untuk berobat, minimal anak saya bisa duduk dan mengangkat lehernya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Manis Hendri Kurniawan membenarkan adanya 16 anak di Desa Padang manis yang terkena stunting dan telah melakukan rembuk stunting bersama bidan desa untuk penanganannya.

“Memang betul ada anak stunting di Desa kami, saya menerima laporan begitu banyak data dari bidan desa binaan kami yaitu sebanyak 16 orang. Dan 16 orang ini kita rembukan kemarin untuk memberikan solusi dan kontribusi terhadap anak yang terdampak,” ujar Hendri. 

Selain itu, Hendri berharap kepada pemerintah daerah khususnya dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam penanganan stunting. Dan untuk anggaran tahun 2021 pemerintah desa akan memprioritaskan 16 anak yang terkena stunting tersebut dengan membuat program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemberian makanan tambahan gizi terpadu, air bersih, jambanisasi dan pelayanan posyandu.

“Langkah-langkah yang di ambil oleh kami pemerintah desa adalah memprioritaskan anggaran dana ke mereka 16 anak yang terkena stunting tadi. Kami berharap sinkronisasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten terutama dinas terkait ikut serta, kalau semua di ambil dari dana desa ini tidak mencukupi. Sebab kemarin telah diusulkan untuk 16 anak ini total dana yang dianggarkan mencapai angka Rp.54 juta,” tandasnya. (eggy/esn)

BACA :  PBB Way Lima Baru Capai 10 Persen