2.740 Hektar Sawah di Sidomulyo Defisit Air

497

SIDOMULYO – Memasuki musim tanam rendeng, seluas 2.740 hektar areal persawahan di Kecamatan Sidomulyo defisit pasokan air. Akibatnya antar petani saling berebut air demi mengamankan tanaman mereka.

Musim tanam tahun ini diprediksi molor hingga satu bulan lamanya. Dari 2.740 hektar persawahan yang tersebar di Kecamatan Sidomulyo nyatanya belum 100 persen ditanami oleh petani akibat terbentur pengairan.

Kepala UPT DPTPH Kecamatan Sidomulyo Didik mengakui permasalahan ini. Dikatakannya, keterlambatan musim rendeng tak lepas dari debit air yang kurang memadai diwilayah tersebut. Kendalanya, kata dia, masih banyak fasilitas penampungan air yang tidak berfungsi sehingga meski curah hujan tinggi namun tidak dapat dimaksimalkan untuk pengairan.

“Luas areal peresawahan di Sidomulyo dominan di Desa Sidowaluyo, 40 persen nya tertumpu disana. Walaupun sering turun hujan akan tetapi di areal persawahan tersebut masih kekurangan pasokan air,” ujar Didik kepada Radar Lamsel, Selasa (16/1) kemarin.

BACA :  Winarni: Niku Andanan Hati

Dia mengharapkan DPU dalam hal ini yang bertugas untuk pengairan dapat memberikan solusi yang baik guna mensuskseskan hasil pertanian diwilayah tersebut. “Saat ini hanya persoalan pengairan yang terkendala,” sebut dia.

Defisit pengairan itu tak jarang menyebabkan petani berebut air dengan petani lainnya. Sebab saat ini saluran air yang tersebar di persawahan tidak mencukupi untuk mengairi ribuan hektar lahan yang ada di Kecamatan Sidomulyo.

“Ya, sering terjadi gesekan antar petani karena berebut air, sebab nyatanya di areal persawahan curah hujan sangat minim. Hanya mendung dan sesekali gerimis,” ungkapnya.

Disinggung soal pasokan pupuk? Didik mengklaim distribusi pupuk dikatakan aman untuk musim rendeng ini. “Pupuk Petrokimia dan Pusri belum lama ini sudah didistribusi ke petani, hanya soal pengairan saja, kami berharap DPU ikut menorong pemecahan soal pengairan,” imbuhnya.

BACA :  Dua Kandidat Sudah Disambangi PKS

Pada bagian lain Anggota Gapoktan Sidowaluyo Karyadi (40) membenarkan defisit air yang tengah dialami para petani di Sidomulyo. “Jarang hujan, apalagi diwilayah Sidomulyo sedang ada proyek JTTS yang menyewa banyak pawang hujan. Percaya nggak percaya tapi nyatanya memang petani defisit air,” ungkapnya.

Karyadi meminta DPU tak hanya fokus meningkatkan infrastruktur jalan saja. Akan tetapi problem yang dialami petani seyogyanya juga mendapat sentuhan dari instansi tersebut.

“Sekedar masukan saja, karena selama ini memang banyak fasilitas yang perlu perbaikan, mulai dari tanggul, embung sampai saluran air yang mengalami kerusakan sehingga tak masksimal menyimpan air,” tandasnya.

Terpisah Kepala UPT PU Kecamatan Sidomulyo mengatakan bahwa tugas pengairan sudah ada yang membidanginya. “Tugas pengairan dibawah kewenangan Wayan Nuryana, nanti akan kami koordinasikan kembali,” singkatnya melalui sambungan telepon. (ver)

BAGIKAN