2 KM Jalan Alternatif Masih Rusak

761
Dok Radar Lamsel – Inilah jalan sepanjang 2 KM di Desa Sripendowo masih rusak parah. Pempro Lampung melakukan perbaikan tidak tuntas belum lama ini.

KETAPANG – Perbaikan jalan alternatif simpang Gayam-Ketapang di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang masih menyisakan sekitar 2 kilometer yang rusak parah.
Padahal sebelumnya pemerintah provinsi memperbaiki jalan penghubung antar jalan nasional (Jalintim-Jalinsum) itu dari Desa Bangunrejo dan sebagian Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang dan Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan dan Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang.
“Ini ada apa. Kok pemerintah memperbaiki jalan setengah-setengah. Padahal perbaikan awalnya dimulai dari Desa Bangunrejo dan sebagian jalan di Desa Sripendowo. Tapi kenapa sekitar 2 Kilometer dilewati langsung ke Desa Karangsari dan Desa Tetaan,” kata Hartoyo, warga setempat.
Menurut warga sekitar, perbaikan jalan alternatif tidak pernah tuntas. Harapan warga yang menginginkan jalan mulus belum terwujud sampai saat ini. “Kami mengira jalan alternatif mulus semuanya meski ada sebagian jalan yang di tambal sulam. Tapi saat ini masih sekitar 2 KM yang tersisa masih jalan rusak,” ujar Waniman, warga Ketapang, kemarin.
Sebelumnya, Kepala Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang Chandra Irawan mengaku beberapa waktu lalu sudah menerima laporan dan keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan yang tidak tuntas itu. “Warga juga mempertanyakan hal itu (jalan di Desa Sripendowo tidak diperbaiki). Saya tidak bisa memberikan jawaban karena dari pemerintah provinsi juga tidak ada penjelasan,” kata Chandra belum lama ini.
Menurut Chandra, perbaikan jalan beberapa waktu lalu itu terasa aneh dan menjadi pertanyaan warga. Sebab, awalnya perbaikan diawali beberapa meter di Desa Sripendowo. Namun setelah itu, lanjut Chandra, perbaikan dilanjutkan di Desa Karangsari dan sebagian jalan di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan.
“Kenapa perbaikan awalnya dari Desa Sripendowo kemudian dilanjutkan ke Desa Karangsari dan Tetaan. Jalan masih sekitar 2 kilometer yang rusak berat. Kalau tidak dilanjutkan perbaikannya, masyarakat bisa memblokir jalan alternatif,” kata Kades Sripendowo ini kemarin.
Pantauan Radar Lamsel kemarin, sekitar 2 kilometer yang masih rusak parah. Kerusakan masih tersisa mulai dari kantor KUA Desa Sripendowo sampai perbatasan Desa Karangsari. Sebelumnya pemerintah sudah melakukan penimbunan lubang jalan dengan batu. Namun penimbunan itu tidak dilanjutkan dengan pengaspalan seperti di Desa Karangsari dan Tetaan.(man)

BACA :  Pemkab Lamsel Raih WTP Empat Kali Berturut -Turut