21 Kades di Palas Non Reaktif Covid-19

34
Ist.Radarlamsel – Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas sedang jalani rapid test yang dilakasanakan oleh UPT Puskemas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Jumat (11/9).

PALAS – Sebanyak 13 Kepala Desa di Kecamatan Palas dinyatakan bebas dari virus Covid-19. Itu terlihat setelah mereka mengikuti rapid test yang dilaksakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Jumat (11/9).

Kepala UPT Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas Rosmeli mengatakan, tes cepat Covid-19 khusus untuk 13 kepala desa wilayah barat Kecamatan Palas ini merupakan inisiatif tim medis puskesmas. Sebab, kepala desa menjadi orang yang rentan terpapar Covid-19.

“Tes cepat Covid-19 untuk kades memang inisiatif kami, puskesmas di palas. Sebab kepala desa kami nilai rentan terpapar Covid, karena pekerjaannya yang kerap bertemu orang banyak,” ujar Rosmeli memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, ketika melaksanakan rapid test Jumat (13/9) pekan kemarin.

BACA :  Cegah Stunting, Bentuk Posyandu Remaja

Rosmeli menuturkan, rapid tes yang digelar selam dua hari, Kamis – Jumat itu juga dinilai penting. Lantaran selama virus Covid-19 mulai merebak di Lampung Selatan,  wilayah Palas palas sudah ditemukan dua kasus.

“Ya kita laksanakan rapid ini karena sejak pandemi mulai masuk wilayah Lamsel, Kecamatan Palas sudah ada dua kasus sampai sekarang. Tapi Alhamdulillah 13 kepala desa yang kita rapid di puskesmas rawat jalan  hasilnya negatif, tidak ada yang reaktif Covid,” ungkapnya.

Delapan kepala desa di wilayah barat Kecamatan Palas  di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Palas juga telah mengikuti rapid test. Dan hasilnyapun sama, non rekatif Covid-19. “Di wilayah barat juga sudah dirapid,hasilnya sama tidak ada yang reaktif,” sambungnya.

BACA :  Warga Tekankan Akurasi Sertifikat  

Dalam kesempatan tersebu kepala desa  di Kecamatan Palas diharapkan dapat meningkatkan kembali pencegahan Covid-19. Terutama melakukan pendataan kedatangan masyarakat dari luar daerah. Apalagi, kata rosmeli, menyusul diterapakannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota Jakarta berkemungkinan adanya peningkatan kedatangan warga dari luar daerah, pulang kampung.

“Ya kita juga mengharapkan warga yang datang dari luar daerah di data kembali, terutama Jakarta. Karena ada PSBB ini kemungkinan ada peningkatan kembali warga pulang kampung. Begitu juga dengan sosialisasi kepada masyarakat juga harus dikuatkan lagi,”harapnya. (vid)