29 KPM PKH Mudur di Tengah Pandemi

44
Ist.Radarlamse - Karni (40) salah satu KPM PKH asal Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi yang mundur secara mandiri karena telah mampu, Sabtu (4/7).

PALAS – Sikap dermawan Karni (40) Warga Desa Sumbersari  Kecamatan Sragi memang patut menjadi contoh  sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Sejahtera (PKH).

Meski di tengah pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang mengharapkan uluran bantuan sosial dari pemerintah. Karni justru memilih untuk mundur dari KPM PKH lantaran sudah merasa mampu dan mandari.

Pendamping PKH Desa Sumbersari Shodik menjelaskan, sosialisasi antara pendamping PKH dan KPM  menjadi kunci agar penerima bantuan  yang telah mandiri bisa mundur dengan sukar rela.

“Karena kita selalu memberikan sosialisasi kepada KPM yang telah mandiri. Jika sudah mampu, selalu kita berikan pemahaman. Karena masih banyak masyarakat yang tidak mampu belum menerima bantuan,” kata Shodik memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Minggu (5/7)  kemarin.

BACA :  Pengidap Hidrosefalus Dapat Tali Asih

Shodik mengungkapkan di Desa Sumber Sari terdapat empat KPM PKH yang mudur secara mandiri karena suda merasa mampu secara ekonomi.

Salah satunya yaitu Karni penerima bantuan PKH sejak tahun 2018.  Meski warga Dusun Sumber Sari I itu masih memiliki beban satu anak sekolah dan satu balita. Namun ia lebih mimilih mundur karena sudah merasa mampu.

“Pada Graduasi tahap empat ini ada empat KMP yang mudur. Salah satunya ibu Karni pada Sabtu 4 Juli kemarin. Ia mundur secara mandiri karena penghasilan dari bertaninya sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarganya,” ucapnya.

BACA :  Cadangan Air Cukup Hingga Satu Bulan Kedepan

Sementara itu Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sragi Rukiman mengungkapkan pada Graduasi tahap empat  tahun 2020 ini sudah ada 29 KMP PKH yang mundur secara mandiri.

Menurutnya, semakin meningkatnya jumlah KPM yang melakukan pengunduruan secara mandiri ini menjadi bukti bahwa program PKH yang dikucurkan pemerintah tersebut sudah membawa perubahan ekonomi kepada masyarakat tidak mampu.

“Padahal dalam kondisi pandemi masyarakat sangat mengharapkan bantuan dari pemeritah, seperti BLT. Tapi 29 KPM ini milih mudur, karena menurut mereka masih banyak masyarakat yang tidak mampu yang membutuhkan bantuan pemerintah. Capaian ini juga tidak terlepas dari pendamping PKH yang terus memberikan sosialisasi kepada KPM,” tuturnya. (vid)