30 Kasus DBD di Sidomulyo

54
Shofyan Apriyansyah – Petugas Puskesmas Sidomulyo, melakukan fogging di rumah salah satu warga, yang terindikasi DBD di Desa Sidmulyo, Kecamatan Sidomulyo, Rabu (26/2).

SIDOMULYO – Tercatat ada 30 warga terindikasi postitif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sidomulyo dalam rentan waktu per januari-Februari tahun ini.

Guna menekan DBD mewabah ditengah masyarakat, pihak Puskesmas Sidomulyo melakukan penaggulang melalui Penyelidikan Epidemologi (PE) dan melakukan fogging di lokasi endemi.

Selain itu Puseksmas setempat juga menghimbau kepada warga untuk menerapkan 3M plus dan bergotong-royong membersihkan lingkungan sekitar serta membagikan bubuk abate kepada masyarakat secara gratis.

Petugas program DBD Puskesmas Sidomulyo Firman mewakili kepala UPT Puskesmas Sidomulyo dr. Rocky Sihombing mengatakan, dalam rentan waktu per Januari-Februari tahun 2020 ini setidaknya ada 30 kasus DBD ditemukan di delapan desa dari 16 desa yang ada di Kecamatan Sidomulyo.

“ 30 warga yang positif terindikasi terjangkit DBD berasal dari 8 desa yakni, Desa Sukamarga, Sidorejo, Sidomulyo, Seloretno, Sukabanjar, Budidaya, Suak dan Sukamaju,” ungkap Firman kepada Radar Lamsel usai melakukan Fogging di salah satu rumah warga di Desa Sidimulyo, Rabu (26/2).

Sejauh ini sambung dia, penanggulangan DBD di delapan desa yang terindikasi lokasi endemi penyebaran nyamuk dewasa sudah dilakukan fogging dalam radius yang sudah ditentukan.

“ 8 lokasi penyebaran DBD di delapan desa di Sidomulyo sudah dilakukan fogging untuk memberantas nyamuk dewasa,” kata dia.

Meski begitu, pemberantasan nyamuk dewasa menggunakan fogging dianggap kurang efektif dalam memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes Aegepty.

“ Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk aktif melakukan gotong-rooyng dilingkungan sekitar. Selain itu, warga juga dihimbau agar  rajin membersihkan bak penampungan air minimal tiga hari sekali dan manaburkan bubuk abate untuk membunuh jentik nyamuk yang berada di bak penampungan air,” kata dia.

Dengan demikian, langkah pencegahan DBD mewabah ditengah masyarakat dapat ditekan secara optimal dan berkesinambungan.

“ Sejauh ini, penaggulangan penyebaran DBD sudah ditanggulangi,” ucap Firman.

Sementara, Ajeng Violita (26) warga Desa Sidomulyo terindikasi positif DBD dan telah dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan Puskesmas Sidomulyo mengatakan, tuga hari lalu tepatnya pada Senin 24 Februari lalu dirinya mengalami demam tinggi dan langsung dilarikan ke Puskesmas Sidomulyo untuk mendapat perawatan.

“ Setelah diperiksa oleh petiugas kesehatan saya didiagnosa positif DBD,” kata Ajeng Violita.

Bersukur, setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di Puskesmas setempat. Kondisi kesehatannya berangsur membaik.

“ Alhamdulilah saya dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang oleh dokter,” kata dia.(CW2)