300 Hektar Sawah Terendam Bajir

61
David Zulkarnain – Penyerahan bantuan sembako yang dilakukan oleh Tim Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Lampung Selatan kepada warga terdampak banjir rob di Dusun Kualajaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Jumat (12/6).

PALAS – Ratusan hektar lahan persawahan di wilayah Kecamatan Palas kembali terendam banjir akibat tingginya intensitas hujuan yang terjadi pada Jumat (12/6).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa. Setidaknya hujan deras yang terjadi pada Jumat dini hari itu menyebabkan 300 hektar lahan persawahan di wilayah barat Kecamatan Palas terendam banjir.

“Iya hujan deras yang terjadi semalaman itu kembali mebuat lahawan persawahan di wilayah barat terendam banjir. Setidaknya ada 300 hektar lahan belum garap yang terendam bajir,” ujar Agung memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Jumat pekan kemarin.

Agus menyebutkan lahan persawahan seluas 300 hektar yang terendam banjir tersebut tersebar di Desa Tanjungjaya, Bumidaya, Bali Agung, Bumiasri, dan Bumiasih. Sementara tanaman padi yang terendam banjir seluas 55 hektar yang hanya terjadi di Desa Tanjungjaya 25 hektar, Bumiasri 15 hektar, dan Pulaujaya 15 hektar.

BACA :  Puskesmas Palas Bangun IPAL

“Ada lima desa yang terdampak, namun kami hanya mendata tanaman yang terdampak saja, yakni seluas 55 hektar di tiga desa. Tanaman yang terendam memiliki usia tanam 5 – 15 hari,” terangnya.

Selain merendam tanaman padi, ucap Agus, banjir tersebut juga merendam persemaian padi untuk lahan seluas 75 hektar. “Di lima desa itu persemaian untuk lahan seluas 75 hektar.  Jika banjir surut dalam dua hari kedepan mudah-mudahan tidak ada kerusakan,” sambungnya.

BACA :  Seribu UKM Bakal Kecipratan Dana Stimulus

Sementara itu Kepala Desa Bumiasri Marsono menelaskan, selain merendam tanaman padi seluas 15 hektar, persemaian padi untuk lahan seluas 46 hektar juga ikut terendam.

Tak hanya itu, tingginya intensitas hujan yang terjadi Jumat dini hari itu juga ikut merendam jalan utama Desa Bumiasri. Sehingga mengganggu lalu lintas kendaraan masyarakat.

“Kalau tanaman tidak begitu luas, yang banyak terdampak yakni persemaian padi petani. Selain itu banjir akibat hujan deras ini juga merendam jalan sepanjang 200 meter sehingga mengganggu kendaraan yang melintas,” pungkasnya. (vid)