34 Warga Bumisari Justru Mundur dari PKH

53
Kemas Yogi - Kades Bumisari H Y Supriono saat memberikan secara simbolis penghargaan kepada KPM yang graduasi di Balai Desa Bumisari, Rabu (8/7).

NATAR – Dengan kesadaran penuh dan ikhlas, 34 warga Desa Bumisari menyatakan keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH) atau graduasi. Hal ini sangat kontras dengan fenomena hari ini dimana sebagian besar orang memperebutkan status miskin demi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Keputusan warga Desa Bumisari itu langsung mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Bumisari H Y Supriono, bahkan pihaknya memberikan piagam penghargaan kepada warga tersebut. “Bagi saya ibu-ibu ini adalah pahlawan yang sebenarnya, karena dengan kesadaran penuh memutuskan keluar dari PKH agar kemudian diberikan kepada yang lebih membutuhkan,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Rabu (8/7).

BACA :  Jalan Poros Tanjungbintang Dikeluhkan

Menurut Supri, disaat jutaan orang tengah meributkan BLT DD namun para warganya itu justru keluar dari PKH. “Saya yakin ibu-ibu ini bukan orang yang kaya secara harta, tetapi sangat rela melepaskan bantuan yang jumlahnya lumayan, apalagi saat masa covid 19 ini semuanya ikut terdampak,” tuturnya.

Ia menjelaskan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Bumisari totalnya berjumlah 259 KK. “Semoga rezeki ibu-ibu yang menyatakan graduasi ini dibukakan oleh Allah dari berbagai macam sudut,” harapnya.

BACA :  Karyawan Swasta Positif Covid-19

Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan Natar Lisa mengatakan Desa Bumisari menjadi desa pertama yang memberikan penghargaan kepada KPM yang graduasi. “Ini yang pertama kali untuk Kabupaten Lamsel, semoga desa lain juga mengikuti langkah desa bumisari,” tuturnya.

Setelah ini tambah dia, pihaknya bersama Pemdes Bumisari akan benar-benar mendata calon KPM pengganti 34 orang tersebut. “Sesuai arahan pak kades, pengusulannya akan benar-benar disurvei ke rumah-rumah,” pungkasnya. (Kms)