4 Desa di Way Lima Rentan Kasus DBD

97

WAYLIMA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kota Dalam, Kecamatan Waylima, menyebut ada empat desa di Kecamatan Way Lima yang rentan kasus demam berdarah dengue (DBD). Keempat desa tersebut rentan DBD karena mobilitas masyarakat yang tinggi dibanding desa lain.

Penanggung jawab bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P) UPT Puskesmas Kota Dalam, Opan Sofiyan mengatakan, empat desa yang rentan kasus DBD tersebut yakni Desa Sidodadi, Desa Cimanuk, Desa Paguyuban dan Desa Gunungrejo. Meski demikian DBD diwilayah tersebut tidak dikategorikan sebagai wabah.

” Ini masih endemis DBD, disebut wabah jika dalam jangka waktu tertentu terjadi lonjakan kasus dan sebarannya luas yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang biasanya terjadi 2 tahun sekali,” ujar Opan saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (18/2).

Dikatakan, selama awal tahun hingga bulan februari, Desa Cimanuk menempati urutan pertama dengan total 10 Kasus menyusul Desa Sidodadi, Desa Pabuyuban dan Desa Gunungrejo.

“Untuk keempat desa ini UPT Puskesmas Kota Dalam sudah melakukan fogging di Desa Paguyuban, Desa Cimanuk, Desa Sidodadi dan Desa Gunungrejo guna memberantas nyamuk penyebab DBD dan pemberian obat abate guna mematikan jentik-jentik nyamuk,” ujarnya.

Ovan menambahkan, dari 20 kasus tersebut terdapat satu korban jiwa yang telah didiagnosa terjangkit penyakit DBD.

“Untuk diagnosa pertama memang terjangkit DBD namun pasien tersebut sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit penyerta selain DBD, yaitu penyakit paru-paru yang akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Kota Dalam, Joko Suhartono mengatakan, UPT Puskesmas Kota Dalam sudah melakukan penyuluhan tentang DBD ke desa di Kecamatan Way Lima melalui program 3M Plus, yakni Menutup, Menguras, Mengubur dan Menghindari gigitan nyamuk dengan tidur memakai kelambu atau memakai lotion obat nyamuk serta pemberian obat abate untuk memberantas jentik-jentik nyamuk dan melakukan fogging guna membunuh nyamuk dewasa penyebab penyakit DBD.

“Langkah yang gencar dilakukan UPT Puskesmas Kota Dalam terhadap kasus DBD ini melalui pencegahan dengan sosialisasi dan penanganan langsung seperti fogging,” ujar Joko.

Joko menyampaikan, pada tahun 2019 lalu tercatat ada 114 kasus yang suspek dan positif terjangkit penyakit DBD diwilayah Kecamatan Way Lima, dan paling banyak kasus DBD di tahun 2019 ada di Desa Sidodadi dengan total 59 kasus DBD.

“Untuk menekan angka kasus DBD, kami berharap masyarakat aktif untuk peduli lingkungan sekitarnya dengan bergotong-royong membersihkan tempat kotor yang menjadi sarang bagi nyamuk berkembang biak dan mencegahnya dengan memberikan bubuk abate ke bak mandi ataupun penampungan air dan segera menguras genangan air yang tidak terpakai yang ada di sekitar rumah,” pungkasnya. (cw2/esn)