4 Ekor Sapi Mati, Petugas Pastikan Bukan Jembrana

477

SIDOMULYO – Kematian empat ekor sapi di Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo dalam jangka waktu sebulan sempat menimbulkan kecemasan dikalangan peternak.

Namun, setelah disambangi dan diperiksa oleh UPT Peternakan Kecamatan Sidomulyo, kematian sapi disebabkan kesalahan metode pemberian pakan ternak yang menyebabkan penyumbatan didalam paru-paru dalam tubuh sapi.

Itu disampaikan Kepala UPT Peternakan Sidomulyo Yoyo Ari Sarata. Kepada Radar Lamsel Yoyo sapaannya menegaskan kematian empat ekor sapi bukan disebabkan oleh jembrana. Melainkan kesalahan peternak dalam memberi pakan.

“ Peternak khawatir kalau itu jembrana, pas kami lakukan pengecekan itu murni kesalahan pemberian pakan. Sebelum diberi pakan dipagi hari sapi terlebih dahulu disuguhi air yang banyak, nah disitulah penyebab penyumbatan paru-paru,” kata dia di Balai Desa Talang Baru, Senin (9/4).

BACA :  Agrowisata Tunggu Masterplane

Dilanjutkan, sapi-sapi yang mati itu sebelumnya memiliki tanda-tanda sesak napas lantaran paru-paru yang tersumbat. Kemudian timbul kecemasan terhadap petani yang mengambil kesimpulan untuk menyembelih sapi.

“ Sebetulnya tidak apa-apa, gejala itu hanya sementara saja. Tetapi karena masih banyak peternak pemula yang belum tahu maka mereka (peternak ‘red) langsung menyembelih sapi tersebut,” ungkapnya.

Masih kata Yoyo, dilihat secara kasat mata ciri-ciri sapi jembrana dari lubang hidung dan telinganya akan mengeluarkan darah. Tapi hal itu tidak terjadi pada empat sapi milik warga Desa Talangbaru.

“ Mudah saja mengidentifikasinya, ketika sapi mulai tersungkur lemah lalu mengeluarkan darah dari hidung dan telinganya itu patut dicurigai sebagai jembrana,” sebut Yoyo.

BACA :  Hasil Lelang Sekda Dilapor ke KASN

Lebih lanjut Yoyo menjelaskan, kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi door to door kepada para peternak yang ada di Kecamatan Sidomulyo. Tujuannya untuk dapat mengidentifikasi gejala-gejala yang ditunjukan sapi.

“ Mulai Selasa (hari ini ‘red) kami akan door to door mensosialisasikan, supaya tidak salah pengertian. Mana penyakit biasa dan mana yang penyakit membahayakan,” imbuhnya.

Kepala Desa Talangbaru Ahmadi membenarkan bahwa didesanya terdapat empat sapi yang tewas pada April ini. Namun keempat sapi itu kata dia tidak mati secara bersamaan.

“ Ada jarak pada kematian sapi satu sama lain, mendapat laporan warga kami langsung menghubungi UPT Peternakan. Ternyata gejala itu disebabkan kesalahan pemberian pakan saja,” tandasnya. (ver)