400 KK di Way Panji Beresiko Terserang Penyakit

457

WAYPANJI – Empat desa di Kecamatan Way Panji tengah diburu target pencapaian Open Defication Free (ODF) atau terbebas dari buang air besar sembarangan (BABS).

Bila persoalan sanitasi ini tidak segera teratasi maka ratusan keluarga di empat desa meliputi Desa Sidomakmur, Balinuraga, Sidoharjo dan Desa Sidoreno beresiko terserang penyakit yang disebabkan persoalan sanitasi.

Camat Way Panji Isro Abdi mengatakan bahwa target ODF memang terus diupayakan pencapaiannya di empat desa tersebut. Utamanya untuk menghindari resiko yang bisa saja menghinggapi masyarakat yang tidak berpola hidup sehat.

“Secara keseluruhan masih ada 400-an KK yang belum mempunyai jamban sehat. Maka dibutuhkan upaya ekstar agar 2018 ini ODF bisa tercapai,” kata Isro Abdi di Aula kantor Desa Sidomakmur, Senin (15/1) kemarin.

BACA :  Hanya Screening tak Mampu Diagnosa Corona

Dilanjutkan, ratusan KK yang belum memiliki jamban sehat itu terbagi di empat wilayah. Di Sidomakmur misalnya masih ada 60 KK yang sedang diupayakan pengadaan jambanisasinya, sisanya tersebar di tiga desa mulai dari Desa Balinuraga, Sidorejo dan Sidoreno.

Untuk diketahui ketika sanitasi dalam keadaan tidak baik, resiko atau ancaman penyakit seperti diare, kolera, disentri hingga acaris penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing bersiko mengganggu kesehatan masyarakat.

Sementara Emi Widarti dari Diskes Lamsel menargetkan wilayah Way Panji diharapkan mampu mencapai ODF pada 2018 ini. “Semua elemen kita ajak menggerakan pencapaian ODF, termasuk pemangku kepentingan yang ada di Way Panji bergerak bersama guna pencapaian tersebut,” ujarnya saat sosialisasi STBM di Desa Sidomakmur.

BACA :  Disdik Tunggu Pusat

Terpisah Kepala UPT Puskesmas Way Panji Maulidin mengatakan bahwa belum tercapainya target ODF itu lantaran berbagai persoalan seperti terbentur masalah biaya atau musim panen yang belum tiba. Oleh sebab itu ancaman tersebut mengharuskan tim bekerja secara intensif apabila ingin meraih target.

“Tak bisa kita pungkiri bahwa permodalan masih membelenggu masyarakat. Maka tidak bosan kami sampaikan pemahaman akan pentingnya sanitasi yang baik, itu dimulai dari kesadaran satu keluarga yang dapat meicu keluarga lainnya untuk berpola hidup sehat,” terangnya. (ver)