402 Hektar Tanaman Padi Kekeringan

652

PALAS – Musim kemarau di Lampung Selatan belum berakhir. Kekeringan masih mengancam kelangsungan pertanian disejumlah wilayah khususnya di Kecamatan Palas.

Berdasarkan data laporan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian, Kecamatan Palas, luas tanaman padi yang dilanda kekeringan 402 hektar.

Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, untuk mengetahui lahan padi yang terdapak kekeringan musim kemarau tahun ini pihaknya kembali melakukan pendataan seluruh lahan padi di wilaya setempat.

“Seusai musim tanam kami melakukan pendataan kembali untuk mengetahui tanaman padi yang terdampak kekeringan di Kecamatan Palas,” kata dia kepada Radar Lamsel, Kamis (11/10).

Agus menerangkan, lahan padi yang terdampak kekeringan terjadi secara merata di Kecamatan Palas. Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya telah melakukan pendataan di Desa Bumirestu, Bumidaya, Baliagung, Bandan Hurip dan Palasjaya.

“Dari hasi data sementara sebanyak 250 hektar dengan tingkat kekeringan ringan, 150 hektar tingkat sedang, dan 2 hektar kekeringan berat, dengan total luas 402 hektar,” terangnya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, untuk menghindari dampak kekeringan petani saat ini masih bertahan dengan melakukan penyiraman.

“Untuk kekeringan ringan dan sedang masih bisa diselamatkan, dengan melakukan penyiraman saat air Sungai Way Pisang Pasang atau mengandalkan sumur bor,” ucapanya.

Disisi lain Agus mengungkapkan, akibat kurangnya pasokan air selama musim kemarau juga sangat berpengaruh pada hasil penen padi di kecamatan  palas. “Sejauh ini sebagian di wilayah barat Kecamatan Palas sudah masuk masa panen, namun hasilnya kurang memuaskan kerana pada kekurangan pasokan air,” tutupnya. (vid)