52 Persen Poktan Sudah Susun e-RDKK

36
ILUSTRASI

KALIANDA – Pengajuan alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi dalam electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) ditargetkan rampung pada 20 November, mendatang. Saat ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Lampung Selatan mencatat baru 52 persen kelompok tani (poktan) yang telah menyusun.

Meski demikian, DPTHP Lamsel optimis para poktan mampu merampungkan penyusunan e-RDKK sesuai target yang ditetapkan Kementan RI. Hal ini diungkapkan Kepala DPTHP Lamsel, Bibit Purwanto kepada Radar Lamsel, Kamis (22/10) kemarin.

Pihaknya, bahkan telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak terkait penyusunan e-RDKK. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan pupuk petani di tahun 2021 bisa dicover oleh pemerintah pusat

BACA :  Buronan Kejari Makan Bareng Oknum Polisi

“Karena jika tidak menyusun ya tidak mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Maka kita terus mendorong mereka supaya cepat menyusun dan mengirim laporan kebutuhan pupuk masing-masing poktan untuk tahun depan,” kata Bibit via telepon yang mengaku tengah melakukan monitoring penyusunan e-RDKK di Kecamatan Candipuro.

Dia menerangkan, kebutuhan pupuk bersubsidi Tahun 2020 ini yang diajukan melalui e-RDKK mengcover 68.380 penerima dengan luas tanam mencapai 225.014 hektare.

“Yang kemarin, rincian pupuk bersubsidi yang diajukan diantaranya adalah jenis pupuk urea sebanyak 46.509.431 kilogram, pupuk SP36 19.242.355 kilogram, pupuk organik 33.205.410 kilogram, pupuk ZA 2.619.177 kilogram dan pupuk NPK 48.873.611 kilogram. Kalau untuk kebutuhan 2021 kita belum tahu. Masih berproses,” terangnya.

BACA :  Empat Kelompok Korban Tsunami Terima Bantuan

Dia menjamin, para poktan mampu merampungkan target waktu penyusunan e-RDKK yang ditetapkan Kementan. Sebab, hal ini sudah menjadi pekerjaan rutin setiap tahun yang dilakukan oleh para poktan demi kelancaran hasil produksi pertaniannya.

“Tentu sangat membantu mereka dalam mengurangi biaya produksi. Karena pupuk yang diperoleh telah mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (idh)