55 CJH Sudah Diberi Pembinaan

33
Ist. – Tim PPIH, dan TKHI saat melakukan pembinaan kepada calon jemaah haji di kecamatan Sragi.

PENENGAHAN – Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tim promotif preventif mulai memberikan pembinaan kepada puluhan calon jemaah haji yang akan berangkat tahun 2021. Hingga Kamis (24/9/2020), sudah 55 orang calon jemaah asal lima kecamatan yang diberi pembinaan.

Di antaranya kecamatan Sragi, Palas, Ketapang, Bakauheni, dan Penengahan. Pembinaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik, penyuluhan kesehatan tentang sehat dalam pandemi Covid-19, selalu memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, selalu menjaga jarak, serta makan dan minum untuk kesehatan.

“Aktivitas fisik rutin minimal 30 menit setiap hari,” kata Kepala UPT PRI Penengahan, Rosalina, kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  Ditlin Kementan Minta Petani RTL

Selain beberapa hal penting tersebut, Rosalina mengatakan bahwa TKHI, dan PPIH juga meminta calon jemaah selalu mengelola pemikiran yang sehat. Kemudian melakukan kontrol, dan minum obat secara teratur sesuai instruksi petugas kesehatan. Tak lupa, alat perlindungan diri (APD) dan gambaran kegiatan yang membutuhkan fisik.

“Tim mengharapkan kondisi yang sehat dan bugar saat jemaah melaksanaan ibadah haji di tahun 2021 nanti,” katanya.

Dari lima kecamatan itu, total keseluruhan calon jemaah haji yang akan berangkat sebanyak 74 orang. Jika 55 orang yang sudah diberi pembinaan, artinya masih ada 19 orang lagi yang belum diberi pembinaan. Rosalina mengatakan sisanya belum bisa diajak bertemu langsung karena terbentur dengan urusan lain.

BACA :  Tipu-Tipu Gandakan Uang, Darsak Gasak Rp80 juta

“Ada yang mencari nafkah di Palembang 4 orang, jadi belum bisa bertemu langsung. Mungkin menunggu mereka pulang dulu,” katanya.

Namun hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, pembinaan bisa dilakukan melalui grup WhatsApp dengan memberikan vlog pembinaan ibadah haji yang bersumber dari pusat kesehatan haji Kementerian Kesehatan Indonesia. Dalam pembinaan bekerjasama dan mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan, puskesmas pemeriksa haji Lampung Selatan, Kemenag Lampung Selatan, dan KBIH di wilayah Lampung Selatan. (rnd)