60 Pelajar SMAN 1 Penengahan Dites Urine

783
Nyoman Subagio – Petugas Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Lamsel saat melakukan tes urine kepada 60 pelajar SMA Negeri 1 Penengahan, Selasa (15/11).

Cegah Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini

PENENGAHAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan secara continu melakukan tes urie kepada pelajar yang ada di kabupaten ini.

Tujuannya, untuk menciptakan kabupaten yang menjadi gerbang Sumatera ini terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya dilingkungan sekolah.

Melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Lamsel melakukan tes urine terhadap 60 orang pelajar di SMA Negeri 1 Penengahan, Selasa (15/11). Tes urine dilakukan secara acak dari siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut. Pelaksanaan tes urine itu disambut baik oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Penengahan Drs. Harriri Usman mengatakan, program tes urine sangat baik dan ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan tes urine yang dilaksanakan BNN Kabupaten Lampung Selatan.

BACA :  Ini Tahapan Sebelum Nanang Definitif

“Kami mengharapkan kerjasama yang berkesinambungan dengan BNN Kabupaten Lampung Selatan serta mengharapakan kesadaran dan kewaspadaan  siswa SMAN 1 Penengahan akan bahaya dari penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan Aryadi, SE dalam sambutannya yang diwakili Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Hipni, S.IP, MH., mengatakan, pelaksanaan tes urine bagi siswa-siswi di Lamsel dilaksanakan secara berkesinambungan dan bergilir masing-masing sekolah yang ada di Lamsel mulai tingkat SMP dan SMA.

“Program ini bertujuan untuk pencegahan dini, menciptakan lingkungan pendidikan  yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Hipni saat membuka pelaksanaan tes urine di SMA Negeri 1 Penengahan, kemarin.

BACA :  Pilih Sekda Jangan Asal Dekat!

Menurut Hipni, sebagai kabupaten yang menjadi pusat perlintasan antara pulau Jawa dan Sumatera, Lamsel menjadi sangat rentan akan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kabupaten kita ini menjadi pusat perlintasan orang dan barang, baik dari pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. Bahkan banyak kasus-kasus penyelundupan narkoba yang berhasil di gagalkan oleh petugas kepolisian dan BNN. Maka dari itu, wilayah kita menjadi sangat rawan akan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” paparnya.(man)