84 Warga Jalani Rapid Test

36
Shofyan – Camat Way Panji Isro Abdi bersama Kepala Desa Sidoharjo Marjana, saat mengikuti Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 masal, di GSG Desa Sidoharjo, Kecamatan setempat, oleh tim para medis Dinkes Lasmel dan Puskesmas setempat, Selasa (22/9)

WAY PANJI – Sebanyak 84 orang warga di Kecamatan Waypanji, mengikuti pemeriksaan Rapid Diagnostic Tes (RDT) Covid-19 oleh Tim para medis gugus tugas Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan di Gedung Serba Guna (GSG) Desa Sidoharjo, kecamatan setempat, Selasa (22/9).

Kepala UPT Puskesmas Waypanji Veriana Mardiata, SKM mengatakan, hasil rapid tes dari 84 warga yang berasal dari wilayah kerjanya tersebut, diketahui non reaktiv. Dimana ia menerangkan, 12 orang diantaranya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“ Diketahui sebelumnya melalui tracing kontak oleh petugas Surveileans Puskesmas Waypanji, dimana ke 12 OTG tersebut memiliki riwayat kontak dengan salah seorang warga Desa Sidoharjo, kecamatan setempat yang diketahui terkonfirmasi Covid-19, yang saat ini sedang menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit di Bandar Lampung,” ungkapnya kepada Radar Lamsel usai kegiatan.

Lebih jauh ia mengatakan, kemudian hasil rapid tes oleh tim para medis Puskesmas bersama tim gugus tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan, 72 warga lainya yang mengikuti rapid tes covid-19 secara gratis dibalai desa Sidoharjo itu, hasilnya dinyatakan non reaktiv.

“ Tim para medis pun telah mengeluarkan hasil rapid tes kepada 72 warga yang mengikuti pemeriksaan dan hasilnya non reaktiv,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Sidoharjo Marjana mengamini hal tersebut. Dimana ia menjelaskan, seluruh aparatur desa Sidoharjo mulai dari Kepala Desa sampai dengan apartur ditingkat bawah telah menjalani pemeriksaan rapid tes dan hasilnya dinyatakan non reaktiv.

“ Alhamdulilah, seluruh aparatur desa yang menjalani rapid tes oleh tim para medis, semuanya dinyatakan non reaktiv,” kata Marjana.

Rapid diagnostic test covid-19 oleh tim para medis itu ujar Marjana, merupakan upaya lanjutan Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoharjo dan Puskesmas setempat sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP), dalam menyikapi informasi adanya salah seorang warga di desanya yang terkonfirmasi covid-19.

“ Rapid tes ini utamanya, untuk mengetahui sejak dini, bagi warga yang diketahui memiliki rawayat kontak dengan bersangkutan (warga terkonfirmasi covid-19). Bersukur hasil rapid tes menyatakan baik aparatur dan warga yang masuk kategori OTG, dinyatakan non rekativ, setelah menjalani pemeriksaan oleh tim para medis,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Lamsel Kristi Endarwati, SKM, saat dikonfirmasi perihal tersebut, dirinya enggan menjelaskan lebih jauh. Sebab, ia beralasan otoritas mengeluarkan informasi terkait persoalan Covid-19 merupakan kewenangan juru bicara tim gugus tugas melalui satu pintu ditingkat Kabupaten.

“ Kewengan mengeluarkan informasi terkait hasil rapid tes covid-19 ini juru bicara Kabupaten,” ujarnya.

Namun demikian, Kabid P2P Dinkes Lamsel itu mengatakan, secara umum hasil pemeriksaan RDT sementara kepada 12 OTG dan 72 warga yang menjalani RDT, hasilnya masih diambang aman.“ Sejauh ini, sementara hasilnya masih aman,” pungkasnya.(CW2)