90 Balita Tanjung Sari Positif Stunting

62
Ilustrasi Stunting

PALAS – Desa Tanjung Sari, Kecamatan Palas menjadi daerah lokasi khusu (lokus) Stunting atau lokasi khusu penanganan stunting pada tahun 2020 mendatang.

          Dijadikannya Desa Tanjung Sari sebagai lokasi khusu penanganan Stunting ini lantaran ditemukan 71,11 persen prevalensi balita stunting dalam kegiatan konvergensi stunting beberapa waktu lalu.

          Hal itu diungkapkan oleh Petugas Gizi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Biyu Pustpita. Dijadikannya Desa Tanjung Sari sebagai wilayah khusus penanganan penurunan Stunting ini lantaran angka prevalensi stunting telah melebihi standar Stunting 20 persen.

          “Iya pada tahun 2020 ini Desa Tanjung Sari menjadi lokus penangan Stunting. Karena pada kegiatan konvergensi stunting angka prevelensinya telah mencapi 71,11 persen. Namun setelah diverifikasi ulang anggak prevelensinya turun menjadi 30 persen,” ujar Biyu kepada Radar Lamsel saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/10).

BACA :  409 Kelompok Didata Ulang

          Biyu menuturkan, dari 300 balita yang menjadi sasaran kegiatan konvergensi itu ditemukan sebanyak 90 kasus balita yang terkena stunting.

          “Di Desa Tanjung Sari pada kegiatan konvergensi terdapat 300 balita yang menjadi sasaran dan ditemukan 90 kasus balita yang terekena stunting. Namun jumlah ini akan diverifikasi kembali,” terangnya.

          Lebih lanjut, Biyu menjelaskan, untuk menekan kasus stunting tersebut pihaknya akan menggelar intervensi gizi secara spisifik 1000 hari usia kehidupan pada tahun 2020 mendatang.

BACA :  Dinormalisasi Talut 100 Meter Malah Ambrol

          “Kedepannya kita akan melakukan intervensi gizi spesifik untuk balita 1000 hari pertama kehidupan. Mulai dari kehamilan hingga balita usia dua tahun akan dipantau terus kesehatannya,” terangnya.

          Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Bambang Priyanto mengungkapkan penanganan stunting ini juga akan melibatkan kerjasama lintas sektoral.

          “Penekanan stunting ini nantinya ada kerjasama lintas sektoral, seperti dinas pertanian dan perikanan. Dengan harapan bisa menekan angka stunting di Desa Tanjung Sari,”  harapnya. (vid)