906 KPM Terima Rastra

505

KPM Way Panji Ajukan Kuota Tambahan

WAYPANJI – Sebanyak 906 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Kecamatan Way Panji menerima penyaluran beras sejahtera (Rastra), di Balai Desa Sidomakmur, Kamis (26/7) kemarin.

Dari jumlah KPM yang ada di desa tersebut, ternyata masih belum seluruh warga yang berhak mendapatkan Rastra masuk radar KPM.  Pendamping Rastra Kecamatan Way Panji tengah mengajukan sedikitnya kuota tambahan ke Pemkab Lamsel.

Pendamping Rastra David Riono mengatakan, dari seluruh KPM tersebut masing-masing mendapat 15 kilogram Rastra dibagikan ke warga ditiap dusun yang layak menerima.

“ Empat desa langsung dibagikan secara bersamaan, guna meminimalisir kekeliuran yang dapat terjadi. Disisi lain petunjuk teknisnya juga melibatkan pengawasan dari tingkat kecamatan dalam pendistribusiannya,” kata David kepada Radar Lamsel.

David memaparkan, 906 KPM tersebut terdiri dari 99 KPM asal Desa Balinurga, 199 KPM asal Desa Sidomakmur, 143 KPM asal Desa Sidoreno dan yang KPM terbanyak ada di Desa Sidoharjo yakni 465 KPM.

BACA :  Dorong Peningkatan Partisipasi Pemilih

“ KPM terbanyak ada di Desa Sidoharjo mencapai 465 orang dan KPM terendah berada di Desa Balinuraga sebanyak 99 orang,” urainya.

Jumlah KPM tersebut lanjutnya, dianggap belum mencakup secara keseluruhan. Sebab, kata David, masing-masing desa juga telah mengajukan kuota tambahan KPM ke Pemkab Lamsel.

“ Memang tidak banyak tetapi ada yang memang masuk radar pendamping untuk menerima Rastra. Di Sidomakmur saja sudah mengajukan sekitar 50 penerima KPM,” sebut David.

BACA :  Pacu Warga Proaktif Pantau DPS

Dari segi kualitas beras, David menuturkan, semua kualitas beras yang diterima masyarakat tidak ada kejanggalan semisal beras berbau ataupun menguning. “ Kualitas aman tidak ada yang protes karena warna ataupun berbau,” terangnya.

Hal senada dikatakan Camat Way Panji Isro Abdi. Ia menuturkan, hampir seribu KPM telah menerima Rastra yang sampai ke desa pada Rabu lalu. Sehari berselang kata Isro empat desa serentak membagikan hak masyarakat tersebut.

“ Kami pantau terus dikhawatirkan ada kendala, namun semua berjalan lancar. Soal kuota tambahan itu sedang diusulkan dari masing-masing desa,” tandasnya. (ver)