91 Peserta dari Enam Kecamatan Berkompetisi Maju Tingkat Provinsi

82

UDG IX Tahun 2019 Tingkat Kabupaten

KALIANDA – Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat Kabupaten Lampung Selatan sukses digelar, Minggu (25/8) kemarin. Acara yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Ketapang itu langsung di buka oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

UDG tingkat kabupaten tersebut mempertandingkan sembilan jenis perlombaan, yakni membaca sloka remaja putra-putri, membaca sloka anak-anak dan dewasa putra-putri, menghafal sloka anak-anak, remaja dan dewasa putera-puteri.

Selanjutnya, membaca kekawin anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri, membaca palawakya anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri, darmawacana bahasa Indonesia kategori anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri, darmawacana bahasa Inggris kategori anak-anak, remaja dan dewasa putra-putri dan lomba lagu rohani.

Para peserta yang berjumlah sekitar 91 peserta itu berasal dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Ketapang, Kecamatan Sragi, Kecamatan Palas, Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Candipuro dan Waypanji.

Acara rutin yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali itu dihadiri Pembinmas Umat Hindu Provinsi Lampung, ketua PHDI Lampung, PHDI Lampung Selatan, Pandita, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lampung Selatan, Uspika, Parisade, Pandita dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, melalui kegiatan ini, maka akan terjalin persatuan dan kesatuan di kabupaten ini.

BACA :  BPJS TK Kalianda Optimalkan 'pelayanan' Lapak Asik

“Kegiatan ini dapat meningkatkan tali silaturahmi dan mengembangkan paham humanisme, paham kemanusiaan yang sejati yang diyakini sebagai sesuatu yang mendapatkan keberkatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” kata Nanang.

Menurut Nanang, bangsa ini masih dihadapkan persoalan harmoni sosial, kerukunan sosial, persaudaraan dan integritas teritorial yang wajib dijaga, dipelihara dan dipertahankan hingga kini, sehingga tetap terjalin rasa persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI,” paparnya.

Untuk itu, selaku Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Nanang memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat di daerah ini khsususnya para tokoh dan pemeluk umat beragama yang berasal dari berbagai etnis, suku dan budaya karena tetap solid, saling menghargai dan menghormati.

“Warisan budaya Ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, saya mengajak umat Hindu dan umat beragama lainnya, marilah bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan untuk kabupaten Lampung Selatan yang lebih baik,” harapnya.

Pembimas Provinsi Lampung yang diwakili Mutakim, S.Ag, M.Si mengatakan, lomba UDG yang dilaksanakan berjenjang mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional ini adalah untuk mendidik dan melestarikan ajaran serta nilai-nilai ke agamaan kepada masyarakat umat Hindu khususnya generasi muda.

BACA :  Grafik DBD Diprediksi Menurun April

“Lomba UDG di selenggarakan tiga tahun sekali untuk mencari bibit-bibit berkualitas dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan khususnya bidang pemahaman kitab suci Weda,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita (UDG) yang juga sebagai ketua lembaga pengembangan Dharma Gita Lamsel I Gede Sudanta menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengalaman, dan kompetensi umat hindu, meningkatkan sroda bhakti kepada Sang Hyang Widi untuk memiliki ketangguhan moral, meritintis kader kader pendarmagita dan terakhir bertujuan untuk mwnghadapi UDG ke XII tingkat provinsi di kabupaten Lampung Timur.

“Kegiatan ini semacam MTQ bagi umat Islam, dengan jumlah peserta sekitar 91 orang yang berasal dari enam kecamatan, yaitu Ketapang, Sragi, Sidomulyo, Way Panji, Palas dan Candipuro,” katanya.

Kegiatan lomba UDG yang diikuti oleh anak anak, remaja dan dewasa ini, diantaranya lomba membaca sloka kitab suci weda, menghafal sloka, nyanyian rohani (kidung suci), dharma wacana bahasa indonesia, dharmawacana bahasa inggris, palawakya dan kekawin.

“UDG ini kami harap bisa mendapatkan generasi muda yang berbakat dan memiliki kompetensi dibidang keagamaan dalam mendalami ajaran yang terkandung pada kitab suci Weda,” tandasnya. (man)