Akademisi Dukung UMKM Pesawaran Produksi Sabun Pembersih Tangan

50
Aparatur Pemerintahan Desa Padang Manis bersama dengan Mahasiswa KKN Mandiri dari Unila, UINRIL dan mahasiswa UMPRI melakukan sosialisasi penerapan disiplin protokol kesehatan dan membersihkan lingkungan desa serta penyemprotan disinfektan di Desa Padang Manis.
WAY LIMA – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UINRIL) dan Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pesawaran untuk memproduksi sabun pembersih tangan yang siap bersaing dipasaran lokal.
Salah satu Koordinator kelompok mahasiswa KKN yang tergabung di Fakultas Pendidikan Biologi Universitas Lampung, Nur Azela mengatakan, kolaborasi serta keahlian dari mahasiswa yang ada di seluruh desa di Kabupaten Pesawaran diharapkan bisa mengembangkan potensi lokal yang ada di setiap desa agar bisa memajukan UMKM di setiap desa, khsusnya desa Padang Manis.
“Kolaborasi serta keahlian yang ada pada mahasiswa diharapkan bisa mengembangkan apa yang bisa diperoleh dari desa dan menjadi potensi untuk memajukan UMKM di seluruh Kabupaten Pesawaran, khususnya desa Padang Manis seperti yang telah kami lakukan yaitu memproduksi produk lokal sabun tangan kemasan,” ujar Nur Azela di Balai Desa Padang Manis, Senin (10/8).
Menurut Nur Azela, pemilihan produk sabun tangan kemasan karena melihat kebutuhan masyarakat sekarang dalam menjaga kebersihan dan produk lokal sabun tangan kemasan yang diproduksi aman untuk digunakan karena telah melalui uji coba dari dosen ahli yang sebelumnya sudah dipraktekkan di Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran .
“Untuk modal yang diperlukan hanya Rp 63 ribu untuk memproduksi 10 liter sabun. Sesuai takaran dan prosedur bisa menjadi 40 kemasan berisi 800 ml, dan untuk pemasaran bisa dijual dengan harga Rp 15 ribu per kemasan. Saya dan teman-teman mahasiswa mendukung UMKM di Desa Padang Manis dan berharap masyarakat Desa Padang Manis bisa memasarkan serta mengetahui, dan mampu mengelola juga memproduksi sabun tangan kemasan untuk memajukan UMKM di Desa Padang Manis,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Padang Manis, Hendri Kurniawan mengatakan, pemerintah desa setempat akan meneliti dan mempelajari produk sabun tangan kemasan. Sedangkan untuk pemasarannya akan berkerja sama dengan anggota TP-PKK Desa Padang Manis dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Padang Manis.
“Salah satu kegiatan mahasiswa saat mereka melakukan KKN mandiri di Desa Padang Manis ini merupakan suatu trobosan untuk masyarakat desa dan ibu PKK dan kelompok wanita tani (KWT). Mereka juga mendukung UMKM di Desa Padang Manis dengan pembinaan UMKM yaitu memproduksi sabun cuci tangan kemasan,” ujar Hendri.
Ditambahkan Hendri, pihak desa akan melakukan penelitian dan mempelajari nilai jual dari produk lokal sabun tangan kemasan tersebut.
” Insyaallah akan kami tindak lanjuti untuk kita bina agar bisa menambah penghasilan masyarakat desa dan bisa mendongkrak nilai ekonomi desa pada saat krisis ekonomi akibat Covid-19 ini,” tandasnya. (eggy/esn)
BACA :  PBB Way Lima Baru Capai 10 Persen