Akhir Tahun, Dua Warga Tewas di Rajabasa

904
Ist – Bocah malang yang tenggelam di kawasan pantai Desa Banding, Kecamatan Rajabasa diangkut ke dalam mobil ambulance untuk dibawa ke RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda.

KALIANDA – Dua warga Kabupaten Lampung Selatan tewas di dua tempat yang berbeda pada akhir tahun 2015, lalu. Salah satunya meninggal akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Pesisir, Desa Canti Kecamatan Rajabasa, Kamis (31/12) lalu.
Dia adalah Agus Salim, Warga Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa yang tertimpa pohon tumbang di kawasan Glumpai, Desa Canti. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, korban tengah mengendarai sepeda motor dengan anaknya hendak pulang kerumahnya.
“Korban bersama anaknya hendak pulang ke Batu Balak dari Kalianda. Namun naas, saat itu dia tertimpa pohon ditengah perjalanan hingga tewas. Sementara anaknya mengalami luka serius dan mendapatkan penangan medis,” ungkap Camat Rajabasa Sabilal, SE.
Selanjutnya adalah peristiwa lainnya dialami M. Riski (10). Bocah malang tersebut ombak dipantai Desa Banding sekitar pukul 07.00 WIB, bersama Ilham (12) rekannya. Beruntung, Ilham dapat diselamatkan sekitar 30 menit setelah terseret ombak.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, kedua korban memang sudah berniat untuk berenang di pantai Banding. Awalnya mereka berenang bertiga dipingir pantai dan didampingi pamannya. Karena arusnya cukup deras, kedua korban terseret hingga ke tengah dan akhirnya tenggelam.
Diketahui, M. Riski merupakan siswa kelas III SD yang bersekolah di Lampung Tengah. Sedangkan Ilham (korban selamat’red), merupakan siswa kelas V SD yang bersekolah di Ibu Kota Jakarta. Mereka, sedang menikmati liburan ke Desa Padan, Kecamatan Penengahan karena kedua orang tuanya berasal dari daerah tersebut.
Kapolsek Kalianda AKP Heti Patmawati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim SAR, Pol-Airut dan nelayan setempat untuk berupaya melakukan pencarian salah satu korban yang belum ditemukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari korban tenggelam dan korban berhasil ditemukan beberapa jam kemudian,”kata Heti.
Pihaknya mengaku telah mengimbau warga dan wisatawan mandi di pantai karena kondisi arus air laut sedang deras. “Kemarin sudah kami imbau, kalau mau mandi di kamar mandi saja, jangan berenang. Karena arus air laut sedang besar dan ombak lagi besar,”tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Rajabasa Sabilal, SE membenarkan adanya peristiwa tenggelam tersebut. Dia mengatakan, jasad korban ditemukan oleh warga setempat berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai dan di kedalaman sekitar 3 meter.
“Warga melakukan pencarian dengan menggunakan perahu milik nelayan.Jasadnya ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB tadi,”jawab Sabilal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (31/12).
Usai ditemukan, lanjutnya, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Bob Bazar, SKM Kalianda dengan menggunakan mobil ambulance milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel. “Sedangkan korban yang selamat sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Way Muli,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Izin Melantik Terhambat