Akibat Miskomunikasi, Cari Kerja Dikira Menghilang

64
Rifky - Boiran saat menceritakan kisahnya pada saat dikabarkan menghilang, Kamis (14/5).

TANJUNG SARI– Boiran, pria kelahiran tahun 1951 warga Dusun II, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari yang sempat dikabrkan menghilang selama dua hari satu malam sudah ditemukan.

 

Rupanya, kabar hilangnya Boiran hanya sebatas miss komunikasi saja. Boiran yang pergi sejak hari Selasa (12/5) lalu itu sudah ditemukan pada hari Rabu (15/5) malam.

 

Saat ditemui di kediamannya, Boiran mengatakan bahwa dia pergi untuk mencari pekerjaan di daerah Gunung Balak, Lampung timur. Namun, keluarga mengira dirinya pergi ke sawah miliknya yang tidak begitu jauh dari rumah.

 

“Saya kerja disana mengarit padi, memang di Gunung Balak sana lokasi persawahan padi, jagung dan singkong. Sebetulnya saya sudah berpesan kepada isteri saya ‘saya pergi ke sawah, kalau pulang jangan di cariin’. Saya emang sengaja pergi kesana untuk mencari kerja. Dari rumah jam 9.00 pagi, sampai sana jam 12.00 siang,” Ucapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (14/5).

BACA :  130 Warga Purwodadi Dalam Dapat BLT DD

 

Bahkan, pada saat keluarga mencari Boiran sempat bersalipan dengan dirinya. Namun, dikarenakan Boiran pada saat itu mengenakan masker dan topi membuat pihak keluarga yang mencari itu tidak mengenalinya.

 

“Anak saya sempat salipan sama saya waktu pada nyariin saya, tapi dia tidak ciren sama saya karena saya pakai topi sama masker. Kalau anak saya ciren pasti sudah balik lagi nemuin saya,” Paparnya.

 

Dirinya juga membenarkan bahwa dirinya tidak memiliki riwayat penyakit selama ini. Padahal, warga Desa Malangsari juga ada yang berkerja bersamanya, tetapi tidak dapat menghubungi pihak keluarga Boiran karena tidak memiliki kontak pihak keluarganya.

 

“Walaupun saya sudah tua tapi saya masih sehat. Saya suruh orang sini yang kerja disana juga untuk menghubungi orang rumah, tapi tidak ada yang punya nomornya,” Pungkasnya.

 

Boiran menambahkan, bahwa sebetulnya dirinya belum menginginkan untuk pulang, tetapi permintaan dari pemilik sawah untuk mencarikan pekerjaan di sawah tempat Boiran kerja itu mengharuskan dirinya untuk pulang.

BACA :  130 Warga Purwodadi Dalam Dapat BLT DD

 

“Sebetulnya saya juga belum mau pulang. Yang punya sawah minta dicariin pekerja lagi, memang saya ditawarkan untuk menggunakan mobil dan sepeda motor tetapi saya menolak. Ketika saya pulang menggunakan sepeda, saya bertemu dengan anak saya dan saya dibawa pulang,” Imbuhnya.

 

Disamping itu, Kepala Desa (Kades) Malangsari Supriyadi mengatakan bahwa tidak pulangnya Boiran itu sudah dilaporkan ke Polsek Tanjung Bintang. Dia berharap kejadian itu dapat dijadikan sebuah pelajaran.

 

“Kami sudah mencarinya dari malam sampai pagi. Memang benar dia pamitnya ke sawah tapi salah komunikasi. Yang ditakutkan semisal dia kenapa-kenapa di jalan terus tidak membawa identitas. Mudah-mudahan kejadian ini bisa dijadikan pelajaran khususnya bagi masyarakat Desa Malangsari,” Tutupnya.(cw1)