Akses Jelek Penghubung Dua Kecamatan Dicibir

58
Rifky - Salahsatu warga Desa Purwodadi Simpang saat menunjukkan kondisi Jalan Beringin Menanti yang masih berupa onderlagh, Jumat (19/7).

TANJUNG BINTANG – Kondisi Jalan Beringin Menanti penghubung antar dua kecamatan, mulai dari Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang menuju Desa Margomulyo, Kecamatan Jati Agung dikeluhkan.

 

Jalan tersebut masih berupa onderlagh dan belum tersentuh oleh pembangunan selama kurang lebih 12 tahun. Dari total 10 Dusun, sekitar 6 Dusun masyarakat Desa Purwodadi Simpang beraktifitas melalui jalan itu.

 

Sekertaris Desa (Sekdes) Purwodadi Simpang Catur Handoko menjelaskan jika jalan tersebut merupakan akses perekonomian masyarakat di desa itu yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

 

“Karena kebanyakan aktifitas warga lewat jalan itu semua. Masyarakat sini kebanyakan berprofesi sebagai petani, lahan dan perkebunan mereka ya ditempuh lewat jalan itu,” Ucapnya kepada Radar Lamsel, Jumat (19/7).

BACA :  KPU : Jangan Ragu Datang ke TPS!

 

Padahal, jalan yang dikeluhkan oleh kebanyakan masyarakat Desa Purwodadi simpang itu sudah rutin diajukan setiap tahunnya pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).

 

“Waktu Musrenbangcam tahun 2018 sudah sempat dibacakan jalan itu, bahkan sudah sempat diukur-ukur juga oleh tim dari kabupaten. Tapi begitu Musrenbangcam tahun 2020 tidak dibacakan. Ya tentunya sebagai aparatur desa kita sedih karena belum bisa memenuhi keinginan masyarakat,” Paparnya.

 

Menurutnya, jalan tersebut juga berpotensi untuk dijadikan spot wisata dengan adanya jembatan gantung serta beberapa kebun buah. “Kalau jalan itu diperbaiki sebetulnya bagus untuk dijadikan tempat wisata. Karena ada jembatan gantung dan banyak kebun buah duku,” Pungkasnya.

BACA :  Targetkan Balai Desa Baru Tahun Depan

 

Disamping itu, salahsatu pelajar asal Desa  Purwodadi Simpang Erik mengaku jika awalnya ingin mendaftarkan diri di SMAN I Jati Agung karena berjarak lebih dekat. Akses jalan yang buruk membuatnya harus bersekolah di SMAN I Tanjung Bintang yang jaraknya lebih jauh.

 

“Lebih dekat ke Jati Agung mas daripada ke Tanjung Bintang, kalau jalannya bagus mungkin saya sudah sekolah di SMAN I Jati Agung. Sebelah sini memang tidak begitu parah rusaknya, didepan yang lebih parah,” Imbuhnya.(cw1)