Anak Ojol Asal Natar Positif Covid-19

133
CORONA

KALIANDA – Bayi berusia 11 bulan asal Kecamatan Natar jadi giliran pasien positif terkonfirmasi virus covid-19 nomor urut 08 di wilayah Lampung Selatan. Dugaan kuat sementara, yang bersangkutan terpapar virus corona dari orang tua yang bekerja sebagai ojek online.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Lamsel secara tegas, mewarning masyarakat untuk tetap dirumah selama pandemi covid-19. Hal itu, menjadi solusi yang sangat tepat dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan ini.

Kepala Dinkes Lamsel dr. Jimmy B. Hutapea, MARS menceritakan, kronologis pasien positif ini pertama kali mengeluhkan sakit sesak nafas pada 14 April. Yang bersangkutan dibawa ke RS Swasta di Bandar Lampung. Selain sesak nafas, bayi 11 bulan ini juga menderita batuk berdahak, pilek namun tidak demam.

BACA :  Lima Pemuda Curi Baterai Tower

“Menurut keterangan pihak keluarga, pasien memiliki riwayat penyakit broncho pneumonia sejak usia 3 bulan. Dokter menyarankan untuk rapid tes dan swab,” kata Jimmy melalui pers rilis yang disampaikan, Selasa (5/5) kemarin.

Dari hasil rapid tes pada tanggal 15 April, imbuhnya, bayi itu dinyatakan negatif terpapar corona. Namun, pada tanggal 17 April dilakukan swab laboratorium yang menunjukan hasil positif terkena virus covid-19 pada tanggal 2 Mei, lalu.

“Saat ini kondisi pasien dalam keadaan baik dan stabil. Sejauh ini, yang bersangkutan masih menjalani isolasi secara mandiri di rumah. Kami minta masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan dimasa pandemi ini agar memutuskan mata rantai penyebarannya sedini mungkin,” imbuhnya.

BACA :  Datar di Akademik, Melejit di Non Akademik

Saat ditanya indikasi penularan ke bayi tersebut, Jimmy belum bisa memastikannya. Namun, kuat dugaan si anak usia 11 Bulan itu tertular karena kontak dengan orang tua yang bekerja sebagai ojek online.

“Kita belum tahu pasti. Tapi bisa saja dan sangat mungkin tertular dari bapaknya. Karena imunitas bapak nya kuat, si bapak tidak menderita penyakit tersebut. Dan menular ke si anak yang punya penyakit penyerta sejak usia nya 3 bulan. Maka kami himbau jika sayang terhadap keluarga tetap dirumah saja,” pungkasnya. (idh)