Anggaran Corona Rp 16 M Harus Terarah

93
ILUSTRASI

KALIANDA – Alokasi anggaran penanganan virus corona (covid-19) yang di plot Pemkab Lamsel, diharapkan benar-benar tepat guna dan berdampak signifikan dalam percepatan penanganan penyakit yang tengah mewabah tersebut.

Selain itu, pemkab harus menginventarisasi penggunaan anggaran hingga langkah konkret dalam mengantisipasi dampak yang bakal ditimbulkan dari perihal tersebut. Hal ini ditegaskan Anggota Fraksi PKS DPRD Lamsel Andi Aprianto ketika dikonfirmasi Radar Lamsel, Selasa (31/3) kemarin.

Andi berpesan, anggaran sebesar Rp16 Miliar lebih itu bisa benar-benar fokus dipergunakan untuk percepatan penggulangan covid-19. Maka, Tim Gugus Tugas yang dibentuk harus menginventarisir seluruh keperluan dalam mendukung percepatan penanganan penyakit yang menyerang saluran pernafasan ini.

“Tentu anggaran sebesar itu harus benar-benar terarah agar memiliki manfaat bagi masyarakat dalam penanggulangan masalah ini. Bagaimana penanganan pasien dan kesiapan seluruh fasilitas kesehatan khususnya APD dan pengulangan penyebaran covid-19 di Lampung Selatan,” tegas Andi via telepon.

BACA :  Galang Koin untuk Muktamar NU ke-34

Jajaran legislatif ini, juga memberikan sejumlah poin sebagai masukan penggunaan anggaran tersebut. Mulai dari tindakan preventif sampai kepada dampak sosial yang ditimbulkan akibat persoalan ini.

“Yang pertama jaring sosial harus direncanakan guna menghadapi dampak sosial dan ekonomi ditengah masyarakat. Lalu, ketersedian kebutuhan pokok dan obat-obatan harus dijaga, melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam penanganan covid-19 dan yang terakhir membangun solidaritas sosial menghadapi tekanan ekonomi,” bebernya.

Selain itu, pemerintah juga harus melakukan pendataan terkait dampak ekonomi dengan basis dari tingkatan paling bawah melalui RT. Sehingga, alokasi anggaran tersebut benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat.

BACA :  Pemkab Lamsel Raih WTP Empat Kali Berturut -Turut

 

“Memaksimalkan anggaran itu perlu dilakukan agar bisa dialokasikan untuk mengcover potensi  terdampak. Apabila ada yang tidak tercover bisa dibentuk swadaya masyarakat untuk menutupinya. Saya pikir banyak langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah,” tukasnya.

Disisi lain, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lamsel, Dwi Riyanto menghimbau, agar masyarakat bisa mandiri mempersiapkan berbagai hal dalam menghadapi kondisi ini. Terlebih, bagi masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai petani agar tidak langsung menjual hasil pertaniannya sebagai persiapan dalam mengantisipasi dampak covid-19.

“Karena sebentar lagi memasuki masa panen, padinya jangan dijual simpan di lumbung masing-masing. Masyarakat juga bisa mulai tanam sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan. Bisa juga dengan pelihara ayam atau unggas untuk mencukupi kebutuhan selama kondisi ini,” pungkasnya. (idh)