Anggaran Merbaumataram – Way Sulan Naik

69

Musrenbang di Dua Kecamatan

MERBAU MATARAM– Pembangunan di Kecamatan Merbau Mataram pada tahun 2020 masih diprioritaskan dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Paparan itu telah tercantum dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Merbau Mayaram yang berlangsung di Lapangan sepakbola Desa Merbau Mataram, Senin (10/2).

Musrenbang itu dibuka langsung oleh Plt. Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H. Nanang Ermanto dan dihadiri oleh Plt. TP-PKK Hj. Winarni, Anggota DPRD Lamsel Dapil IV, Pejabat Sekda Thamrin, seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Lamsel, serta 15 Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Merbau Mataram.

Anggaran pembangunan yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah melaui APBD dan APBN itu, Kecamatan Merbau Mataram mendapat kucuran anggaran pembangunan senilai Rp. 38.699.974.370. Anggaran itu meningkat 17 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian, pada kegiatan itu juga Plt. Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto memberikan pengharkan kepada Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Puskemas dan kelompok Tani di Kecamatan itu.

Pada kesempatan itu, Plt. Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel akan melakukan segala hal untuk memaksimalkan pembangunan. “Sebagai seorang pemimpin kita harus terjun dan berkomunikasi langsung kepada masyarakat. Kita akan melakukan segala hal untuk memaksimalkan pembangunan khususnya di Kabupaten Lampung Selatan,” ucapnya.

Dengan adanya peningkatan tunjangan bagi aparatur desa, dirinya berpesan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Sebagai pemimpin kita jangan hanya melakukan perintah, kita harus bersatu, seperti sila ketiga Persatuan Indonesia. Kegiatan PKK juga dimaksimalkan untuk berlangsungnya kesuksesan pembangunan,” tuturnya.

Disamping itu, Camat Merbau Mataram Heri Purnomo, SKM. menjelaskan, Musrenbangcam merupakan pengmbangunan terkait dengan aspirasi Desa. “Kalau Musrenbangdes itukan aspirasi dari masing-masing RT dan Kadus. Kalau Musrenbangcam ini semua, dibawah kordinasi Camat, maupun dari Desa dan seluruh UPT,” jelasnya.

Dengan adanya peningkatan Penghasilan Tetap (Siltap) bagi aparatur Desa, dirinya berpesan untuk seluruh aparatur Desa dapat mempengaruhi pelayanan dan kinerja di Desa. “RT sebelumnya Rp.200.000menjadi Rp.500.000, Kadus yang awalnya Rp.900.000 menjadi 2.300.000. Itu semua harapannya didahului dengan hasil kinerja, jangan hanya honor yang besar tetapi tidak ada peningkatan kinerja. Harapan Bupati seperti itu untuk pelayanan maksimal kepada masyarakat,” bebernya.

Sambungnya, Heri berharap dengan adanya pelayanan yang maksimal, dapat mengurai permasalahan masyarakat di Kecamatan Merbau Mataram. “Kita ditutntut kerja dari jam delapan pagi hingga jam empat sore. Otomatis pelayanan masyarakat yang seharusnya tertunda hari esok tetapi bisa selesai pada hari itu, sehingga semua masyarakat dapat terlayani,” singkatnya.

Pada kegiatan Musrenbang tersebut juga menyediakan berbagai pelayanan, seperti pelayanan kesehatan, pelayanan KB, pelayanan capil, pelayan perizinan hingga pasar murah.

Terpisah, Kecamatan Waysulan mendapat gelontoran dana pembangunan mencapai 23 M di tahun 2020, oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Porsi anggaran pembangunan di tahun ini, Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Timur itu, mengalami peningkatan anggaran pembangunan dari tahun sebelumnya.

Dimana, pada tahun 2019 lalu, Kecamatan Waysulan hanya mendapatkan gelontoran dana pembangunan sebesar 19 M untuk mengakomidir kebutuhan pembangunan di semua sub sektor diwilayah itu.

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dalam pembukaan Musrenbang Kecamatan Waysulan yang dihelat di Lapangan Desa Banjar Sari dalam sambutanya mengatakan, besarnya anggran pembangunan di tahun ini, untuk Kecamatan Waysulan mengalami peningkatan.

“ Bersukur, di tahun ini Pemkab Lamsel bisa mengangarkan dana sebasar Rp. 23 M. Artinya, porsi anggran mengalami peningkatan sebsar 11,6 persen untuk pembangunan di Kecamatan Waysulan,” ujar Nanang Ermanto, senin (10/2).

Ia melanjutkan, forum Musrenbang kali ini agar dapat dijadikan satu-satunya wadah yang tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat.

Sehingga kata dia, apa yang di usulkan dari berbagai pihak dapat mewaikili kepentingan masyarakat umum di Kecamatan

Waysulan.

“ Artinya, apa yang dibahas dalam Musrenbang ini, harus muncul di tingkat Kabupaten. Sehingga dapat menjadi prioritas pembangunan di tahun depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Nanang Ermanto juga mengajak semua unsur di Kecamatan, desa dan dusun untuk bersinergi dalam meningkatkan kinerja dalam pelayanan ditengah masyarakat.

“ Dengan adanya kenaikan intensiv bagi Kades, kadus dan RT diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal ditengah msyarakat,” tuturnya.

Selain itu orang nomor satu di bumi Kahgom Mufakat itu juga mengatakan, terkait jembatan gantung penghubung Desa Talangwaysulan dan Mekarsari yang kondisinya miring dan yaris roboh serta konstruksi bangunan yang terbilang membahayakan. Itu segera akan diperbaiki di tahun ini menjadi sebuah jembatan permanen.

“ Terkait jembatan gantung yang rusak parah itu, kami sudah mengusulkanya kepada ketua komisi V DPR RI. Diamana, usulan perbaikannya sudah saya tanda tangani. Mudah-mudahan perbaikannya di tahun 2020 ini segera terealisasi,” ucapnya seraya disambut riuh tepuk tangan masyarakat.

Dikegiatan itu Nanang Ermanto pun berharap kepada semua unsur untuk selalu mengedepankan asas gotong-royong dalam pembangunan.

“ Dimana, melalui kebersamaan dan persatuan maka keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat bisa optimal,” pungkasnya.

Perhelatan, Musrenbang Kecamatan Waysulan di Lapangan Desa Banjar Sari, dihadiri oleh selurh unsur Forkompinda dan Forkompincam, serta jaran, anggota DPRD Lamsel, kades, para tokoh dan masyarakat sekitar. Disertai juga pelayanan langsung bersentuhan masyarakat seperti, bazar pasar murah, pelayanan perizinana, kependudukan dan catatan sipil, cek kesehatan secara gratis. (adv)