Angin Kencang, Sebulan Nelayan Tidak Melaut

620
Randi Pratama – Akibat angin kencang, belasan kapal milik nelayan di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa tak beroperasi, kemarin.

RAJABASA – Angin kencang dan gelombang tinggi sejak sebulan terakhir berdampak pada kehidupan nelayan di pesisir Kecamatan Rajabasa. Nelayan dikawasan ini memilih untuk berhenti melaut menangkap ikan.

Padahal, kehidupan nelayan dikawasan pesisir laut Kecamatan Rajabasa ini menggantungkan hidupnya dilaut dengan menangkap ikan untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Dampak angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan setempat menganggur.

Iwan (40), nelayan asal Desa Waimuli Timur mengaku sudah sebulan penuh tidak melaut dengan alasan cuaca angin kencang dan gelombang tinggi. “Terakhir melaut awal bulan Desember lalu. Karena angin masih kencang ya sekarang istirahat dulu. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Iwan kepada Radar Lamsel saat ditemui dipantai tempat penambat kapal di Desa Wai Muli Timur, kemarin.

BACA :  Jimmy Pensiun, Dinas Kesehatan Tanpa Kadis

Menurut dia, angin kencang hingga membuat gelombang laut tidak menentu, nelayan harus mencari jalan lain agar bisa melaut. “Sekarang paling mancing aja mas, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Iwan mengakui sebagian besar masyarakat di pesisir Rajabasa menggantungkan nasibnya di laut dengan menangkap ikan sebagai kebutuhan sehari-hari. “Sekarang ya nganggur, kalau sudah begini melayan bisa mati kutu. Karena kami benar-benar tidak mempunyai penghasilan selain dari hasil laut,” katanya.

BACA :  Ayo Kuliah Lampung Diharap Jadi Percontohan

Sahrul (24) nelayan lainnya mengaku baru lima hari terakhir tidak melaut. Dia terus mengamati cuaca agar bisa menangkap ikan di laut. “Kalau ada kesempatan saya langsung melaut, walaupun hasilnya tidak banyak seperti hari-hari normalnya,” katanya.

Menurutnya, melaut pada kondisi angin kencang akan membuang biaya operasional. Ditambah, hasil tangkapan kadang tidak sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan. “Melaut juga paling dapat paling banyak 2 kilogram. Paling tidak sekarang ini menjaring di tepi-tepi laut dangkal saja, karena ditengah sudah sulit,” katanya. (rnd)