Angin Kencang Selimuti Lampung Sampai Minggu Ini

330

KALIANDA – Pekan pertama 2019, sejumlah wilayah di Lampung masih akan diselimuti angin kencang. Hal itu disebabkan oleh adanya bibit siklon di sebelah utara Indonesia, tepatnya di Laut China Selatan. Munculnya bibit siklon tropis di samudera Hindia sebelah selatan Jawa menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung menjelaskan kondisi itu menyebabkan pergerakan massa udara dari Asia yang bergerak menuju Indonesia mengalami penguatan. Sehingga berdampak pula pada potensi peningkatan kecepatan angin, ketinggian gelombang laut, dan potensi hujan lebat di wilayah Lampung.

“Selain potensi bencana akibat angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diharapkan waspada juga terkait gelombang tinggi di Lampung,” kata Kepala BMKG Maritim Lampung, Sugiyono, S.T.,M.Kom saat dihubungi Radar Lamsel, Rabu (2/1).

BACA :  Agrowisata Perkebunan dan Perikanan Dikebut

Saat ini, kata Sugiyono, kecepatan angin secara umum terendah mencapai 5 knots. Paling tinggi, kecepatan angin bisa mencapai 30 knots. Sementara itu, ketinggian gelombang di Selat Sunda berkisar antara 1,25 – 2.5 meter.

Adapun ketinggian gelombang yang mencapai 2,5  – 4 meter berkategori bahaya berpeluang terjadi di perairan barat Lampung, Laut Cina Selatan, perairan utara dan selatan Jawa, Laut Jawa, dan Samudra Hindia.

BMKG Maritim Lampung, kata Sugiyono, meminta masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan liburan akhir tahun di wilayah pesisir pantai, khususnya di pesisir selatan Lampung dan pesisir barat Lampung tetap waspada terkait potensi angin kencang.

BACA :  Tatap New Normal Awas Abnormal

Lebih jauh, Sugiyono mengatakan kondisi angin kencang ini berpeluang terjadi sampai empat hari mendatang. Tepatnya hingga Minggu (6/1/2019). Angin kencang yang masih berlangsung membuat BMKG mengeluarkan imbauan kepada nelayan dan masyarakat untuk tidak berlayar menuju laut lepas.

“Prediksi kami sampai tanggal 6. Jika ada atambahan akan kami update lagi. Kami meminta masyarakat tetap waspada, selain itu kapal-kapal terutama perahu nelayan juga tidak memaksakan diri melaut. Tetaplah waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran di wilayah dengan gelombang tinggi,” katanya. (rnd)