Antisipasi Banjir, Petani Pakai Pompanisasi

762

PALAS – Petani Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas mengantisipasi banjir dengan cara pompanisasi menyedot air. Sebab, kapasitas Saluran Pembuangan Primer (SPP) di desa setempat kondisinya sudah tidak mampu menampung debit air dalam jumlah banyak.
Selain itu, petani setempat bergotong royong membeli bahan bakar solar untuk operasional mesin pompanisasi. Data yang di himpunan Radar Lamsel kemarin, potensi lahan pertanian sawah yang ada di desa tersebut seluas 500 hektar.
Kades Bandan Hurip Sugiyanto mengatakan, musim penghujan saat ini petani didesanya khawatir tanaman padi mereka yang berumur 45 hari akan terendam banjir. Agar tidak gagal panen, petani bergotong royong melakukan penyedotan air dalam sawah menggunakan pompanisasi yang kemudian dibuang ke SPP.
“Saya dan warga berinisiatif melakukan penyedotan air dalam sawah menggunakan mesin pompanisasi. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak mengalami gagal penen,” kata Sugiyanto.
Maji (50) petani sekitar mengatakan, dirinya dan petani sekitar lainnya mengaku sudah empat hari melakukan penyedotan air hujan yang masuk keareal sawah mereka menggunakan pompanisasi.
“Sudah empat hari mas, petani bergotong royong menyedot air hujan yang masuk disawah menggunakan pompanisasi. Harapannya dimusim ini, petani bisa penen padi jangan sampai gagal,” kata Maji. (CW2).

BACA :  Pendulang Suara Kedua Dibawah Pandu Dipecat