Asap Masih Tercium Di Puncak Rajabasa

66
Ist. Radar Lamsel – Petugas Satpol PP dan Damkar Lamsel saat mengecek areal pubcak gunung Rajabasa pasca peristiwa kebakaran. Foto dibidik kemarin.

KPH Bakal Reboisasi Lahan Kebakaran

KALIANDA – Pasca kebakaran yang melahap 1/4 lahan di bagian puncaknya, kondisi Gunung Rajabasa masih menyisakan sedikit asap dari batang yang terbakar. Tim gabungan masih bersiaga di puncak gunung Rajabasa demi memastikan api yang bisa menyebabkan nyala api tidak timbul lagi.

          Rabu (11/9) kemarin, Satpol PP dan Damkar Lamsel menuju puncak gunung untuk bergabung dengan tim gabungan. Mereka mencari titik-titik api yang masih bisa menyala. Pasalnya, tim masih mencium keberadaan titik-titik api di bawah serasah hutan. Mereka pun menelusuri serasah, dan berusaha mematikan asap sampai benar-benar hilang.

          UPT KPH XIII Gunung Rajabasa-Waypisang-Batu Serampok memastikan tidak ada lahan lain yang terbakar. KPH bersama Pengelola Hutan Desa telah menyiapkan langkah reboisasi di lokasi kebakaran yang akan dilakukan pada musim hujan nanti. Sebelum reboisasi dilakukan, KPH akan lebih dulu mempelajari pohon yang cocok di ketinggian 1.000 meter.

Kemungkinan, KPH juga bakal memindahkan anakan atau bibit pohon yang ada di sekitar lokasi kebakaran. KPH mengaku kesulitan jika harus membawa bibit dari bawah. Sebab, jarak tempuh dari bawah ke puncak lokasi kebakaran memakan waktu sekitar 3-6 jam.

          “Ya, musim hujan nanti akan ditanami lagi. Nanti kita pelajari pohon apa yang cocok di atas ketinggian itu,” kata Kepala UPT KPH XIII Gunung Rajabasa-Waypisang-Batu Serampok, Wahyudi, S.Hut. kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  Pelayanan Berjalan Meski WFH

          Selama identifikasi titik api, rute pendakian masih akan ditutup sementara untuk konsilidasi. Wahyu mengatakan kegiatan pendakian akan di manage oleh Pengelola Hutan Desa di bawah binaan KPH. Langkah ini dilakukan supaya pendaki bisa tertib, terdata, dan tahu hal-hal yang dibolehkan dan dilarang.

“Dan juga demi keamanan dan keselamatan. Kami juga bermaksud meminimalisir risiko kerusakan, kebakaran hutan, pencemaran dan sampah,” katanya.

Tim gabungan akan berjaga-jaga di lokasi kebakaran sampai waktu yang belum ditentukan. Paling tidak, mereka akan turun dari puncak setelah kondisi kebakaran dipastikan clear dan tidak ada titik api lagi.

Kasatpol PP dan Damkar Lamsel, Heri Bastian, S.Sos. mengatakan bahwa bantuan pihaknya atas arahan dari Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. Heri mengatakan bahwa orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat itu meminta Satpol PP dan Damkar bahu membahu membantu tim gabungan di puncak gunung Rajabasa.

“Iya, kami diminta Bapak Plt. Bupati untuk supaya terjun ke sana. Ada 20 anggota terjun, mereka didampingi Kabid Damkar dan Kabid Tibum dan Kasi Pencegahan Kebakaran,” katanya.

BACA :  Agrowisata Tunggu Masterplane

Diberitakan sebelumnya, jalur pendakian ke puncak gunung Rajabasa resmi ditutup, Selasa (10/9) kemarin. Penutupan jalur pendakian itu menyusul kebakaran lahan yang terjadi di sekitar puncak gunung Rajabasa, pada pukul 18.00 WIB, Senin, 9 September lalu.

Jalur pendakian itu dijaga ketat oleh anggota gabungan yang terdiri dari KPH XIII Gunung Rajabasa-Waypisang-Batu Serampok, Polsek Kalianda, Koramil Kalianda, LHPD, dan Aparat Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda.

KPH mencatat bahwa api telah membakar areal sekitar 1/4 hektar. Awalnya, sumber api ditemukan telah menyala dan menjalar ke bagian lereng yang berbatasan dengan puncak gunung Rajabasa yang berhadapan dengan bagian pesisir pantai. Api tersebut ditemukan oleh para pendaki yang kebetulan saat tiba di puncak sudah dalam kondisi melebar sampai ke lereng di bagian-bagian jurang sekitar puncak Gunung Rajabasa.

Setelah mendapat informasi tentang kebakaran itu, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin malam, KPH XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok segera melakukan kordinasi kepada Aparat Desa Sumur Kumbang, serta aparat TNI/Polri. Personil KPH bersama warga Desa Sumur Kumbang diutus untuk menuju ke lokasi kebakaran untuk melihat situasi dan kondisi terakhir. (rnd)