ASDP Tak Bergeming Usai Kecolongan PDP

26
Ist. Radar Lamsel - Inilah bilik sterilisasi covid-19 yang disediakan PT. ASDP di Pelabuhan Bakauheni.

BAKAUHEUNI – PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni tak bergeming alias tak diam saja usai melihat orang nomor satu di Lampung Selatan marah karena kurangnya kesiapsiagaan Pelabuhan Bakauheni menyikapi covid-19.

ASDP mulai menginisiasi pemenuhan standar protokol pencegahan covid -19 l. Inisiatif ini lahir setelah perusahaan milik negara ini mendapat rekomendasi dari Forkopimda Lampung Selatan. PT. ASDP mengambil langkah sendiri sembari menunggu peran aktif dari stakeholder lainnya.
Selasa (24/3/2020) lalu, pihak PT. ASDP langsung melakukan penyemprotan disinfektan di pintu masuk dan keluar penumpang pelabuhan. Ada pula penambahan sarana di areal Pelabuhan Bakauheni berupa tempat cuci tangan dengan hand sanitizer, tepatnya di pintu masuk loket penumpang dermaga reguler dan eksekutif.
Sedangkan di pintu keluar penumpang pejalan kaki, PT. ASDP menyiapkan tempat penyemprotan disinfektan. Untuk kendaraan, tempat penyemprotan disinfektan akan disediakan di pintu keluar pelabuhan. Setiap kendaraan yang hendak keluar wajib disemprot. Rencananya, PT. ASDP juga bakal menambah fasilitas serupa di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.
“Rencananya ada. Tapi fokus kita untuk kendaraan pencegahan penyebaran dari Jawa ke Sumatera, karena kita ketahui saat ini wabah penyebaran virus sangat tinggi di pulau Jawa,” kata General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Capt. Solikin, saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Rabu (25/3/2020).
Sampai hari ini, PT. ASDP telah menyelesaikan satu tempat penyemprotan disinfektan di lorong atau pintu keluar penumpang pejalan kaki. Bakal ada tambahan 4 unit lagi yang akan datang pada Jumat (27/3/2020) mendatang.
“Upaya yang dilakukan untuk pencegahan covid-19 memang belum maksimal. Namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” katanya.

Covid-19 yang menjadi wabah nasional, kata Solikin, harus diperangi bersama-sama. Langkah ini dilakukan supaya penyebaran virus mematikan ini bisa ditekan. Dengan kerja yang maksimal, kata dia, pasti hasilnya juga akan optimal. Karena dalam pencegahan ini, menurut Solikin, bukan tanggungjawab satu atau dua instansi saja, tetapi juga semua instansi dan institusi.

BACA :  Angkutan Umum dan Pasar Disemprot

“Usaha yang kita lakukan adalah suatu upaya kemanusiaan dan keselamatan orang banyak, harapannya stakeholders lainnya ikut mengambil peran dalam penanganan supaya bisa mengendalikan wabah virus ini,” katanya.

Sevelumnya, Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menilai pihak PT. ASDP dan KKP tidak siap mencegah penyebaran covid-19 di areal Pelabuhan Bakauheni. Politikus PDIP Lamsel dibuat geram dengan tingkah laku PT. ASDP dan KKP. Padahal KKP bertanggung jawab terhadap kesehatan penumpang di area pelabuhan. Tapi faktanya, KKP belum memiliki persiapan yang memadai dalam upaya pencegahannya.

Hal itu diketahui ketika Nanang bersama Forkopimda Lamsel mengunjungi Pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3/2020). Saat mengecek area penumpang, Nanang bertanya langsung kepada penumpang pejalan kaki yang baru turun dari kapal menuju pintu keluar pelabuhan. Penumpang ini mengaku tidak diperiksa saat di Pelabuhan Merak.

“Ini saya tanya langsung dengan penumpang ya, mereka mengaku tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan saat di Pelabuhan Merak,” ujar Nanang.

Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan tempat keluar masuknya orang dan barang dari pulau Jawa ke Sumatera, Nanang mengatakan jangan sampai seolah-olah pemerintah daerah tidak memiliki suatu kepedulian untuk mencegah, memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Jika tidak ada dokter, katakan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Ini saya liat masih acak-acakan. KKP sama sekali kurang persiapan,” katanya.

Atas dasar itu, Nanang menilai semuanya telah melakukan kecerobohan. Pasalnya, seoorang supir truk asal Bengkulu, dari perjalanan Cirebon terus ke Jakarta selanjutnya menyeberang melewati Pelabuhan Bakauheni, tengah berada di Rumah Sakit Bob Bazar. Supir ini masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Ini bahaya jika pihak pelabuhan tidak maksimal dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti ketidaksiapan KKP dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, Nanang bersama jajaran Forkopimda juga mengkritisi sikap ASDP yang kurang maksimal menyiapkan langkah-langkah upaya pencegahan covid-19. Padahal virus ini sudah mewabah di berbagai daerah di Indonesia.

BACA :  Skenario Pencegahan Covid-19 di Dalam Kapal

Fakta bobrok lainnya terungkap saat Forkopimda Lamsel mengunjungi dermaga eksekutif. Tidak ada petugas seperti dokter maupun perawat jika sewaktu-waktu ada orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Ruang isolasi yang dipersiapkan juga jauh dari kata memadai. Bahkan, tempat tidur yang berada di ruang isolasi terlihat sudah berkarat.

“Saya meminta kita semua ada kepedulian. Jangan sampai seperti orang dari Jakarta maupun orang-orang yang berasal dari daerah lain yang sudah terjangkit, melewati Bakauheni tidak diperiksa. Kita harus segera melakukan tindakan nyata. Jangan banyak-banyak rapat. Kita sekarang perlu aksi cepat. Koordinasi tanpa aksi percuma, Bos,” kata Nanang.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Hutamrin, S.H.,M.H menyarankan kepada pihak ASDP maupun KKP untuk membuat lorong penyemprotan disinfektan secara sederhana bagi kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.

“Buatkan lorong penyemprotan untuk kendaraan maupun orang. Dengan dana yang tersedia, segera dilakukan. Itu standar yang paling sederhana untuk pencegahan,” ujarnya.

Dilain pihak, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Edi Purnomo, S.IK meminta pada jajaran ASDP maupun KKP untuk lebih terbuka menyampaikan kekurangan yang ada.

“Apa yang tidak siap disini, katakan. Inilah gunanya kita berkoordinasi agar dapat saling menutupi kekurangan. Mari kita bergotong-royong, bersama-sama mencegah serta memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Sedangkan Dandim 0421, Letkol. Kav. Robinson Oktovianus Bessie, meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona. Semua pihak harus memperhatikan kesehatan diri masing-masing.

Kita semua harus bekerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona disease (COVID-19). Dan jangan lupa berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu diberikan kesehatan dan wabah ini segera berakhir,” katanya.(rnd)