Awas! Banjir Mulai Mengintai 

40
Kepala BPBD Drs. H. M. Darmawan, MM

KALIANDA – Musibah banjir mengintai seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mewarning masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

Kepala BPBD Lamsel, Drs. H. M. Darmawan, MM menyatakan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten berjuluk Khagom Mufakat ini, rawan terhadap musibah banjir. Terlebih, saat ini memasuki musim penghujan yang ditafsir terjadi hingga awal tahun 2021, mendatang.

 

“Semua kecamatan itu bisa dibilang rawan dan berpotensi banjir. Namun, ada kategori yang paling rawan dan sering jadi langganan banjir pada saat intensitas hujan tinggi,” ungkap Darmawan via telepon, Minggu (25/10) kemarin.

 

Pihaknya mencatat, wilayah yang paling rawan banjir meliputi Kecamatan Bakauheni, Palas, Sragi, Sidomulyo, Candipuro, Katibung, dan Natar. Namun, sebagian besar wilayah banjir merupakan kawasan persawahan.

BACA :  Polsek Gedongtataan Kawal Rapid Tes KPPS, Polsek Padangcermin Gelar Apel Siaga Bencana

 

“Untuk wilayah pemukiman hanya di wilayah Kecamatan Natar dan sebagian Kecamatan Sragi. Yang lainnya biasanya terjadi di lahan sawah warga,” imbuhnya.

 

Dia menambahkan, berbagai persiapan menghadapi bencana alam tersebut bakal segera dikonsulidasikan dengan pihak terkait. Yang melibatkan seluruh jajaran seperti  TNI dan Polri, guna membahas Badai La Nina yang diprediksi menimbulkan banjir, longsor, gempa, dan tsunami.

 

“Kami akan koordinasi juga dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lamsel, bagaimana alat beratnya berapa yang siap dan bisa dipakai untuk menanggulangi bencana daerah. Agar jika ada musibah bisa sigap menanganinya,” lanjutnya.

BACA :  Jasa Raharja Hijaukan Areal Masjid Agung

 

Dalam masa pendemi covid- 19 ini, jelas Darmawan, tentu penanganan  bencana alam harus dengan tenaga ekstra. Sebab, untuk penanganan bencana alam tidak dapat dilakukan di satu tempat untuk berkumpul seperti waktu normal.

 

“Karena di masa pandemi covid -19 ini kita harus jaga jarak, pakai masker dan sebagainya. Maka,

sedang kita lakukan inventarisir lebih dahulu. Begitu juga dengan tim – tim satgas komunikasj yang ada dilapangan. Selain itu, kita juga bekerjasama dengan Sentra Komunokasi (Senkom) mitra Polri dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan TNI/Polri,” pungkasnya. (idh)