Ayo! Awasi dan Perangi Narkoba

890

SIDOMULYO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lampung Selatan terus membentuk dan mengukuhkan Satgas Anti Narkoba di desa-desa.
Jika sebelumnya di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, kemarin (27/10) giliran Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo dibentuk Satgas Anti Narkoba.
Sebanyak 20 orang Satgas Anti Narkoba dibentuk terdiri dari unsur aparat desa dan pemuda desa setempat. Harapannya, satgas Anti Narkoba di desa-desa ini menjadi perpanjangan tangan BNN Lamsel untuk mencegah peredaran narkoba di wilayah setempat.
Kepala BNN Lampung Selatan Aryadi, SE diwakili Konselor BNN Lamsel Edi Wahyudi mengatakan, Indonesia saat ini sedang menghadapi darurat narkoba. Menurutnya, saat ini Narkoba benar benar meracuni bangsa Indonesia dan peredarannya sampai kepelosok desa.
Dikatakan, keamanan bangsa Indonesia bisa runtuh akibat pengaruh narkoba. “Atas hal itu, BNN Lamsel tahun ini terus melakukan kegiatan membentuk Satgas Anti Narkoba diseluruh instansi pemerintah, swasta dan lingkungan pedesaan. Saat ini melaksanakan pembentukan Satgas Anti Narkoba di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo,” Edi Wahyudi, kemarin.
Sedangkan Seksi Rehabilitasi, BNN Lamsel Arfan, SE, M.Si menambahkan, kejahatan narkoba tidak pandang bulu. Baik laki-laki, perempuan, orang tua, anak-anak usia remaja dan semua jenis pekerjaan.
Untuk itu, dia mengajak kepada masyarakat Lampung Selatan untuk berhati-hati dan waspada terhadap barang berbahaya itu. “Banyak jenis narkoba yang disalah gunakan. Seperti daun ganja asal Aceh, sabu-sabu, ekstasi, heroin dan masih banyak jenis lainnya. Penyalahgunaan narkoba ini sangat membahayakan pengguna dan orang lain disekitarnya,” terangnya.
Arfan juga mengatakan, bagi pecandu narkoba tidak usah takut. Sesuai PP nomor 25 tahun 2011 tentang pelaksana wajib lapor pencandu narkotika akan mendapatkan tempat rehabilitasi. “Jangan takut bagi pecandu yang ingin sembuh. Karena pengguna narkoba adalah korban dan korban bukan di penjara tetapi direhabilitasi,” tuturnya.
Terkait pembentukan dan pengukuhan Satgas Anti Narkoba di Desa Sidodadi, Arfan mengharapkan, petugas yang baru dilantik agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar tentang bahaya narkoba.
Harapan kita setelah di bentuknya Satgas Anti Narkoba bagi aparat dan pemuda desa di Desa Sidodadi ini dapat menjadi perpanjangan tangan dari BNN Lamsel untuk mensosialisasikan tentang bahaya narkoba dan menjadi penjangkjau pecandu narkoba yang ingin sembuh dengan berobat ke IPWL (Intansi Penerima Wajib Lapor).
Sementara itu, Kepala Desa Sidodadi Rahwmat Witoto sangat menyambut baik program BNN Lamsel itu. Bahkan dia berharap kegiatan-kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba lebih sering dilaksanakan di desanya.
“Bagi aparat desa yang telah di bentuk menjadi Satgas Anti narkoba agar bertanggungjawab untuk dapat mensosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar tentang narkoba dan bahaya narkoba,” katanya. (man)