Bandanhurip Bangun Jalan Usaha Tani

136
David Zulkarnain – Pemerintah Desa Bandanhurip bersama Uspika Kecamatan Palas saat merealisasikan pembangunan jalan rabat beton sebagai jalan usaha tani, Rabu (21/8).

PALAS – Harapan Petani Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas untuk memiliki jalan pertanian yang mulus akhirnya terjawab. Melalui kucuran Dana Desa (DD) tahap kedua pemerintah desa setempat membangun jalan usaha tani di Dusun II.

          Dengan menggelontorkan dana sebesar 188,5 juta pemerintah desa setempat membangun jalan rabat beton sepanjang  340 meter, tepat berada di wilayah persawahan Dusun II, desa setempat.

          Kepala Desa Bandanhurip, Sugianto menerangkan pembangunan jalan rabat beton sebagai jalan usaha tani dinilai penting kerane selama ini mobilisasi pertanian masyarakat kerap terhambat akibat buruknya infrastuktur jalan.

BACA :  Dua Ribu Hektar Lahan Padi Telah Tanam

          “Pembangunan ini untuk menjawab harapan petani memiliki jalan yang mulus. Karena jalan tanah selama ini jalan tanah yang ada kerap menghambat mobilisasi pertanian. Apalagi saat musim hujan,” terang Sugianto kepada Radar Lamsel, Rabu (21/8).

          Sugianto menerangkan, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 340 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut, pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp 188,5 juta.

          Lebih lanjut Sugianto menjelaskan, jalan usaha tani tersebut meliki panjang sekitar 2.200 meter yang akan dibanguan secara bertahap.

BACA :  111 KPM Terima Kartu Kelurga Sejahtera Program Sembako

          “Jalan usaha tani ini memiliki panjang 2.200 meter yang akan dibangun secara bertahap. Untuk tahun ini kami membangun jalan sepanjang 340 meter,” terangnya.

          Abdullah (46) salah satu petani setempat memberikan apresiasi kepada  pemerintah desa setempat. Pasalanya jalan usaha tani yang selama ini kerap menyulitkan petani untuk mengangkut hasil pertanian.

          “Sebagai petani kami sangat bersyukur jalan ini sudah dibangun, meskipun belum seluruhnya. Karena selama ini jalan ini cukup menyulitkan petani pada saat mengangkut hasil panen atau pun pupuk,” pungkasnya. (vid)