Bandaragung Buka Badan Jalan Menuju Lokasi Wisata

248
David Zulkarnain – Personil Bhabinsa dan anggota KSB Kecamatan Sragi sedanng membuka badan jalan menuju lokasi wisata hutan mangrove di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Sabtu (30/3).

SRAGI – Keseriusan rencana membangun destinasi wisata hutan mangrove mulai ditunjukan oleh Pemerintah Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi.

          Bersama personil Bhabinsa dan Bhabin Kantibmas pemerintah desa setempat melaksanakan gotong royong membuka badan jalan sebagai akses menuju lokasi wisata mangrove yang berada di Dusun Kualajaya, Sabtu (30/3).

          Kepala Desa Bandaragung Samsul mengatakan, pihaknya mulai membangun askses jalan dari Dusun Kualajaya menuju lokasi wisata hutan mangrove dengan membuka badan jalan sepanjang 500 meter.

          “Akses jalan merupakan yang paling mendasar. Untuk itu kami membuka badan jalan ini sebagai akses menuju lokasi wisata hutan bakau,” kata Samsul kepada Radar Lamsel.

          Samsul menerangkan, pembukaan badan jalan sepanjang 500 meter ini juga sebagai langkah awal untuk menarik wisatawan yang ingin berkunjung.

BACA :  Kolaborasi Kedaung - Konveksi Ciptakan Masker

          Samsul juga mengakui, pada musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sragi pada 27 Februari lalu, pihaknya juga telah mengajukan pembangunan jalan sebagai akses menuju lokasi wisata hutan bakau.

          “Harapan kami pada 2020 mendatang pembangunan jalan ini bisa dilaksanakan. Sebagai tempat wisata yang bertajuk lingkungan kami juga akan melakukan penanaman bakau bersama istansi terkait,” tuturnya.

BACA :  Program Pembangunan Desa Tetap Berjalan

          Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sragi Iskandar yang turut hadir dalam kegiatan membuka badan jalan tersebut dengan ada lokasi wisata ini diharapkan bisa menjadi tempat perestarian hutan bakau sehingga bisa mencegah terjadinya absrasi pantai.

          “Dengan adanya lokasi wisata ini diharapkan juga memberikan kesadaran kepada masyarakat setempa untuk lebih menjaga lingkungan. Terutama tidak merusak hutan bakau yang bergfungsi untuk mencegah abrasi,” harapnya. (vid)