Bandit Bersenpi Todong Warga Rawaselapan

917
Idho Mai Saputra – Korban penodongan mendapat pertolongan medis di RSUD dr. Bob Bazar, SKM, kemarin.

KALIANDA – Aksi kriminalitas di Ibu Kota Kalianda kian memprihatinkan. Kenyamanan warga kota pun terusik akibat ulah para bandit yang beraksi pada Sabtu (15/10) malam.

Ya, sekawanan bandit melakukan aksi penodongan tepat di Tugu Hanuang Bani atau tepat di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamsel. Lokasi ini berjarak sekitar satu kilometer dari Mapolsek Kalianda.

Dua handphone android milik para korban berhasil dibawa kabur para pelaku. Meski tidak ada korban jiwa, salah seorang korban mendapat perawatan medis karena berusaha melawan.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Lamsel, peristiwa tersebut terjadi sekitar pulul 23.00 WIB. Lima orang pemuda asal Desa Rawaselapan, Kecamatan Candipuro sedang duduk santai menikmati malam Minggu di tugu tersebut.

Mereka dihampiri dua orang tidak dikenal dengan menggunakan masker penutup wajah. Tanpa babibu mereka langsung menodongkan senjata api (senpi). Para bandit itu meminta barang-barang berharga bahkan meminta kunci kendaraan roda dua milik korban.

“Handphone sudah saya kasih, tetapi mereka meminta kunci motor. Empat orang kawan saya ketakutan dan lari menyelamatkan diri. Saya melawan sendirian,”kata korban penodongan, M. Syaifulloh (18) kepada Radar Lamsel Minggu (16/10) kemarin.

BACA :  Netralitas Kades Kunci Sukses Pilkada

Perkelahian tak bisa dihindari. Syaifulloh berusaha mempertahankan haknya. Namun perkelahian itu tak imbang. Ini setelah dua orang yang diduga komplotan para bandit kembali datang dan langsung mengeluarkan sebilah pisau lalu memukulkan gagang pisau tersebut ke kepala Syaifulloh hingga tersungkur.

Syaifulloh mengaku sempat memukul salah seorang bandit hingga tersungkur dari atas motornya. Meski begitu ia mengalami luka yang cukup serius. Selain bocor dikepala, pemuda ini juga mengalami sayatan benda tajam dibagian pinggang atas.

“Teman-teman saya datang kembali setelah para bandit melarikan diri. Mereka lari mungkin karena ketakutan saya berlumuran darah. Lalu, teman-teman saya datang dan membawa saya pulang ke rumah kakak saya tidak jauh dari lokasi,”jelasnya.

Sementara itu, Sudarmono (30) kakak korban membenar kan peristiwa tersebut. Dia mengaku terkejut melihat kondisi adiknya yang berlumuran darah namun masih tersadar.

BACA :  52 Persen Poktan Sudah Susun e-RDKK

“Setelah saya bersihkan lukanya, saya minta dia untuk beristirahat. Saya pikir, percuma sudah malam saya bawa kerumah sakit. Pagi tadi (kemarin’red) baru saya bawa ke rumah sakit sekaligus melaporkannya ke Polsek Kalianda,”kata Sudarmono.

Dia berharap, aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas kejadian yang menimpa adik bungsunya itu. Sehingga, kedepan tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat aksi kawanan penjahat tersebut.

“Ini saya bisa katakan pelaku kejahatan yang memanfaatkan kondisi. Karena, kata adik saya mereka masih seumuran. Hanya ada salah satu yang terlihat berbadan besar. Mudah-mudahan, poisi bisa mengungkap kasus ini. Bagaimana Kalianda bisa ramai kalau tidak aman,”tukasnya.

Terpisah, petugas jaga Polsek Kalianda yang menerima laporan tersebut mengaku akan segera menindaklanjutinya. Sambil mencari informasi di sekitar lokasi kejadian.

“Laporan sudah kami terima dari yang bersangkutan. Dari laporan ini, kami jadikan sebagai bahan untuk mencari informasi lebih lanjut,”singkatnya yang mewanti namanya ditulis di koran ini. (idh)