Banjir Desa Sumur Telan Kerugian Puluhan Juta

263

KETAPANG – Banjir banda melanda Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (4/5/2020). Penyebab banjir ini karena hujan deras dari pagi. Keadaan ini semakin parah karena genangan air juga turun dari gunung. Drainase di pemukiman warga tidak sanggup menampung, sehingga menyebabkan banjir.

Genangan air itu menyerang pemukiman warga. Di antaranya Dusun Sumur, Dusun Sumur Induk, Desa Sumur. Serta Dusun Muara Bakau, Desa Bakauheni. Ratusan KK dari dua desa ini berjibaku melawan derasnya genangan air yang melintasi kediaman mereka. Beruntung, hujan reda sehingga banjir menyurut pada pukul 16.30 WIB.

“Ada ratusan kepala keluarga yang terdampak, rinciannya Dusun Sumur Induk 79 KK, Dusun Sumur 50 KK. Dan Dusun Muara Bakau 30 KK,” kata Kapolsek Penengahan, AKP. Hendra S. saat dikonfirmasi Radar Lamsel.

Hendra mengatakan banjir bandang tersebut cukup parah. Ketinggiannya mencapai setengah meter, atau mencapai lutut orang dewasa. Tak hanya pemukiman saja, area perkebunan, persawahan, serta Jalan Lintas Timur (Jalintim) juga terkena imbasnya. Beberapa pohon pisang tumbang karena tak sanggup menahan debit air yang besar.

“Alhamdulillah, surut sekitar pukul 16.30 WIB. Kalau hujan deras seperti tadi lagi bakal banjir. Tapi kita bedoa saja, semoga tidak ada hujan susulan,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa yang disebabkan banjir bandang tersebut. Hendra mengatakan banjir itu hanya menyebabkan kerugian material saja. Perkiraannya mencapai puluhan juta rupiah. Perwira dengan pangkat balok tiga di pundak ini mengatakan kerugian itu meliputi rumah, dan batang elektronik.

“Ada kerugian material. Tadi ada rumah warga yang bangunannya terdiri geribik, dan ada juga barang elektronik yang rusak. Seperti kulkas, dan lain-lain,” katanya. (rnd)